IPO EcoCare Indo Pasifik (HYGN) Patok Harga Rp 145 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT EcoCare Indo Pasifik (HYGN) menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) Rp 145 per saham, sehingga Perseroan berpotensi meraup dana segar Rp 76,12 miliar.
Penawaran umum perdana saham atau offering saham HYGN digelar hari ini, 1 Februari 2024 hingga 07 Februari 2024. Melalui hajatan ini Perseroan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 525 juta lembar saham.
Jumlah saham yang diterbitkan tersebut mewakili 20,79% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan Pasca IPO. Adapun harga nominal saham Perseroan Rp 20 per saham.
Baca Juga
Perseroan menunjuk PT KGI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Group Chief Executive Officer PT Ecocare Indo Pasifik, Wincent Yunanda mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi di sejumlah kota tier 2 dan tier 3 Indonesia. Selain untuk memperkuat pendukung digital Perseroan, khususnya yang terkait dengan layanan pelanggan.
Perseroan juga akan berinvestasi pada rangkaian unit higienitas premium/khas sebagai upaya meningkatkan layanan kepada pelanggan.
“Kami menyadari meningkatnya permintaan untuk semua segmen bisnis kami, seiring dengan terus berlanjutnya kesadaran akan jasa higienitas dan sanitasi untuk bangkit setelah pandemi, maka kita harus memposisikan diri untuk memanfaatkan tren jangka panjang dan berkelanjutan ini,” kata Wincent dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis (01/02/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Tipis Usai Melonjak Jadi Rp 1,143 Juta per Gram
PT Ecocare Indo Pasifik didirikan pada tahun 2007. Perusahaan ini telah berkembang menjadi pelopor dalam industri layanan jasa higienitas dan sanitasi, memelepori praktik berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan bersih bagi masyarakat Indonesia.
Sebagai catatan, pada periode Juli 2023, portofolio tahunan Perseroan di 3 bidang usaha yang digeluti mencapai Rp 220 miliar.
Ditambahkan Wincent, model bisnis HYGN berpusat pada tiga sektor usaha: layanan jasa higienitas dan sanitasi melalui merek ecoCare, layanan pengendalian hama melalui merek pestCare, dan layanan kebersihan melalui merek TukangBersih.
“HYGN secara aktif berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dengan menekankan pentingnya sanitasi yang baik dan pengendalian hama. Menyadari dampak besar lingkungan yang bersih dan bebas hama terhadap kesejahteraan secara keseluruhan, Perusahaan telah melakukan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat di luar tempat usahanya,’’ imbuhnya.
Bisnis inti HYGN terletak pada segmen layanan jasa higienitas dan sanitasi yang dimulai pada tahun 2007. Perusahaan kini menjadi pemain utama di bisnis ini, dengan perkiraan pangsa pasar lebih dari 30%, bersaing langsung dengan Perusahaan Multi-Nasional.
’’Kami hadir di lebih 20 kota di seluruh indonesia, melayani lebih dari 10.000 klien. Bisnis inti ini memiliki tingkat retensi yang tinggi selama bertahun-tahun, dan membantu menghasilkan, mengalir pendapatan yang konsisten dan berulang,’’ imbuhnya.
Pada saat yang sama, segmen pengendalian hama yang relatif baru merupakansegmen dimana perusahaan melihat potensi yang sangat besar. Dengan pendekatan strategis, Perusahaan mempunyai tujuan memanfaatkan potensi ini dan mempertahankan pertumbuhannya dalam industri yang dinamis dengan memanfaatkan jangkauan, sinergi, dan efek jaringan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang pesat.
Untuk layanan kebersihan, selain layanan kebersihan biasa, HYGN memiliki aplikasi B2C dan web sendiri di tukangbersih.com di mana pelanggan dapat dengan mudah memesan petugas kebersihan secara digital.

