Masuk 2 Emisi Baru, Outstanding Obligasi Korporasi Tembus Rp 446,77 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total outstanding Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat mencapai Rp5.536,74 triliun dan US$486,11 juta. Jumlah tersebut terbagi dalam 191 seri obligasi negara.
Sementara untuk obligasi korporasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 524 emisi dari 126 emiten dengan outstanding Rp446,77 triliun dan US$47,5 juta.
Khusus tahun ini, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sejak Januari – September 2023 adalah 79 emisi dari 53 emiten senilai Rp89,09 triliun.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Turun Lagi Jadi Rp 1,049 Juta per Gram
Obligasi korporasi paling anyar yang tercatat adalah Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance (TUFI) dan Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Dua obligasi tersebut dicatatkan di BEI pada Jumat (29/9/2023). Adapun nilai obligasi Mandiri Tunas Finan yang dicacatkan sebesar Rp1,13 triliun sedangkan obligasi Chandra Asri sebesar Rp1 triliun.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan rating idAAA (Triple A) dan idAA- (Double A Minus) pada masing-masing surat utang tersebut. Wali Amanat kedua obligasi tersebut yairu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk Mandiri Tunas Finan dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) untuk Chandra Asri.
Macro Strategist PT Samuel Sekuritas, Lionel Priyadi mengatakan, dalam sepekan terakhir pasar obligasi mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak global yang terus mendekati US$ 100 per bbl.
Baca Juga
Aduh, Tingkat Polusi Udara Jakarta Paling Buruk di Dunia Sabtu Pagi
Selain disebabkan oleh kenaikan harga minyak, Lionel menyebut, aksi jual yang cukup besar di pasar obligasi emerging market juga disebakan oleh pernyataan dari kepolisian Tiongkok mengenai penyelidikan kriminal atas potensi kejahatan keuangan yang dilakukan oleh pemilik dan manajemen Evergrande yang menjabat maupun sudah keluar dari perusahaan.

