Asing Lanjut Lepas Saham, IHSG Ditutup Anjlok 109 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/11/2023), ditutup anjlok sebanyak 109,79 poin (1,63%) ke level 6.642,42. IHSG bergerak dalam rentang 6.639,82-6.773,98 dengan nilai transaksi Rp 10,6 triliun.
Penurunan dipicu aksi jual saham oleh investor asing yang tercermin dari berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupian terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Penurunan kian parah setelah saham-saham berkapitalisasi pasar besar terjerembab.
Baca Juga
Saat Laba Anjlok, Saham Perusahaan Bani Maulana Mulia (SMDR) Justru Diborong Investor Ini
Penurunan saham emiten top 5 market cap terbesar, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp 150 (1,71%) menjadi Rp 8.600, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) anjlok Rp 130 (2,62%) menjadi Rp 4.830, saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) melemah Rp 50 (0,27%) menjadi Rp 18.175, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok Rp 290 (6,33%) menjadi Rp 4.290, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah Rp 25 (0,44%) menjadi Rp 5.650.
Tak hanya itu, seluruh sektor saham mencatatkan penurunan dalam, seperti saham sektor kesehatan turun 4,12%, sektor energi 3,87%, sektor infrastruktur anjlok 3,54%, sektor konsumer primer 3,60%, sektor transportasi turun 2,80%, sektor material dasar 2,80%, dan sektor non konsumer 2,35%.
Penurunan indeks tersebut berbanding terbalik dengan bursa Asia lainnya, seperti indeks Nikkei melesat 737 poin, Strait Times naik 10 poin, dan Dow Jones semalam melesat.
Baca Juga
Laba Melesat, Tempo Scan (TSPC) Bagikan Dividen Interim Rp 225,49 Miliar
Meski IHSG melemah, kedua saham berikut masih berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp 245 (24,75%) menjadi Rp 1.235 dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 470 (24,74%) menjadi Rp 2.370.
Penguatan juga melanda saham PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) sebanyak Rp 10 (18,52%) menjadi Rp 64, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) naik Rp 8 (12,50%) menjadi Rp 72, dan PT Dewi Shri Farmindo Trbk (DEWI) melesat Rp 6 (11,76%) menjadi Rp 57.
Sebaliknya penurunan dalam melanda kelima saham ini, yaitu saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

