Transaksi Saham Jaya Agra (JAWA) Dibuka Kembali, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) mulai sesi I, Rabu (1/11/2023).
Transaksi saham JAWA dihentikan sementara (suspend) sejak 17 Oktober 2023 hingga 31 Oktober 2023. Penghentian tersebut dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Penghentian dilakukan setelah terjadi lompatan harga saham JAWA dari level akhir September 2023 Rp 68 menjadi Rp 224 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Artinya saham JAWA telah melesat 229,41% sepanjang Oktober 2023 berjalan.
Baca Juga
Beredar Kabar Saham Archi (ARCI) Bakal Diakuisisi, Manajemen Beri Jawaban Ini
Lompatan harga bermula setelah diumumkan rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).
“Suspensi perdangan saham JAWA di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I pada 1 November 2023,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Zaky Ghufron dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A.
JAWA sebelumnya mengumumkan PMTHMETD dengan tujuan untuk mengonversi utang senilai Rp 1,24 triliun menjadi 12,45 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Jumlah saham yang dikonversi setara dengan 76,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Baca Juga
Saham Melesat 164%, Jaya Agra (JAWA) Ungkap Manfaat Konversi Utang Ini
Dalam prospektusnya disebutkan konversi ini akan membuat total utang perseroan berkurang drastis sebanyak 34,89% dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 2,32 triliun. Sedangkan total ekuitas akan melesat dari Rp 73,52 miliar menjadi Rp 1,31 triliun.
Utang yang dikonversi merupakan pinjaman yang diterima dari PT Sarana Agro Investama, yaitu fasilitas pinjaman I senilai Rp 245,82 miliar tahun 2018 dan fasiltias II mencapai Rp 1 triliun yang diterima tahun 2020.
Perseroan menambahkan penguatan modal bersamaan dengan penurunan liabilitas bakal membuat rasio utang terhadap modal perseroan membaik. Hal ini akan membuat perseroan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan dan lainnya, sehingga akhirnya menaikkan nilai bagi pemegang saham perseroan.
Baca Juga
Jaya Agra (JAWA) juga menyebutkan konversi utang menjadi saham tersebut akan membuat rasio utang terhadap modal turun drastic dari 48,56 menjadi 1,76. Sedangkan rasio utang terhadap aset juga turun dari 0,98 menjadi 0,64.
Terkait dampak konvesi utang terhadap struktur kepemilikan saham disebutkan bahwa kepemilikan PT Sarana Agro Investama akan bertambah dari 80% menjadi 95,349%. Sedangkan kepemilikan publik akan berkurang drastic dari 19,99% menjadi hanya 4,65% saham JAWA.
Manajemen perseroan mengungkapkan bawah aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) yang bakal dilaksanakan pada 23 Oktober 2023.

