Top! IHSG Kembali Ditutup Cetak Rekor, Saham SSIA dan NIKL Tetap ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3/2024), kembali ditutup melesat 39,3 poin (0,53%) ke level tertinggi baru (all timie high/ATH) 7,421,21. Pergerakan indeks dalam rentang 7.382,55-7.441,62 dengan nilai transaksi Rp 11,64 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 2,61%, sektor infrastruktur 0,96%, sektor kesehatan 0,74%, sektor keuangan 0,58%, dan sektor consumer primer 0,32%.
Baca Juga
Laba Terbang 33,80%, Saham BSI (BRIS) Dekati Level Tertinggi Baru
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor teknologi turun 1,64%, sektor energi 2,40%, sektor industry 0,80%, sektor transportasi 0,43%, dan sektor properti 0,23%.
Di tengah rekor IHSG, dua saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik Rp 155 (25%) menjadi Rp 775 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menguat Rp 68 (24,64%) menjadi Rp 344.
Penguatan juga melanda saham PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik Rp 72 (22,09%) menjadi Rp 398, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp 290 (21,01%) menjadi Rp 1.670, dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik Rp 44 (18,64%) menjadi Rp 280.
Baca Juga
Kembali Cetak ATH, Market Cap BRI (BBRI) Menuju Rp 1.000 Triliun
Adapun lima saham berikut torehkan penurunan paling dalam, yaitu PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), PT Indo Boga Sukses TBk (IBOS), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), dan PT Intanwijaya Interasional Tbk (INCI).
IHSG sepanjang pekan lalu melesat ke level tertinggi sepanjang masa menjadi 7.381 atau menguat 0,96%. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi 7.416,43.
Pemodal asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 663,69 miliar pekan ini atau periode 4-8 Maret 2024, dibandingkan pekan lalu dengan penjualan bersih (net sell) hingga Rp 3,02 triliun.

