IHSG Kembali Rekor di Atas 7.400, Saham SSIA dan NIKL Ceta ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (13/3/2024), ditutup melesat 27,81 poin (0,38%) ke level tertinggi baru (all timi high/ATH) 7.409,72. Pergerakan berada dalam rentang 7.382,55-7.435,58 dengan nilai transaksi Rp 6,26 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,21%, sektor kesehatan 1,02%, sektor consumer primer 0,55%, sektor consumer non rpimer 0,38%, dan sektor keuangan 0,37%.
Baca Juga
Kembali Cetak ATH, Market Cap BRI (BBRI) Menuju Rp 1.000 Triliun
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor teknologi turun 1,01%, sektor energi 0,61%, sektor industry 0,60%, sektor properti 0,17%, dan sektor transportasi 0,15%.
Di tengah rekor IHSG, dua saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik Rp 155 (25%) menjadi Rp 775 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menguat Rp 68 (24,64%) menjadi Rp 344.
Penguatan juga melanda saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik Rp 50 (21,19%) menjadi Rp 286, PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik Rp 48 (14,72%) menjadi Rp 374, dan PT Timah Tbk (TINS) naik Rp 100 (13,70%) menjadi Rp 830.
Baca Juga
Adapun lima saham berikut torehkan penurunan paling dalam, yaitu PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), PT Indo Boga Sukses TBk (IBOS), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), dan PT Intanwijaya Interasional Tbk (INCI).
IHSG sepanjang pekan lalu melesat ke level tertinggi sepanjang masa menjadi 7.381 atau menguat 0,96%. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi 7.416,43.
Pemodal asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 663,69 miliar pekan ini atau periode 4-8 Maret 2024, dibandingkan pekan lalu dengan penjualan bersih (net sell) hingga Rp 3,02 triliun.

