ARA Dua Hari Beruntun, Manajemen Pelat Timah (NIKL) Ungkap Fakta Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa kembali mencatatkan lompatan harga saham hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/3/2024).
Data BEI menyebutkan, saham NIKL melesat hingga ARA Rp 86 (25%) menjadi Rp 430. Lompatan tersebut tercatat sebagai ARA kedua dalam dua hari berturut-turut. Kemarin saham ini melambung hingga ARA setelah naik Rp 68 menjadi Rp 344.
Baca Juga
Terkait lompatan harga saham tersebut, Manajemen NIKL dalam penjelesan resminya di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa belum ada informasi maupun material penting yang dapat mempengaruhi nilai efek NIKL.
Manajemen NIKL juga menyebutkan bahwa belum ada kejadian penting yang material dapat mempengaruhi harga saham peresroan, termasuk mempengaruhi kelanjutan usaha.
Baca Juga
Top! IHSG Kembali Ditutup Cetak Rekor, Saham SSIA dan NIKL Tetap ARA
“Perseroan juga tidak memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasu rencana perseroan yang berkibat terhadap pencatatan saham NIKL dalam tiga bulan ke depan,” tulis manajemen.
Hingga akhir 2023, Latinusa (NIKL) membukukan penurunan penjualan menjadi US$ 171,08 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 255,34 juta. Penurunan tersebut memicu perseroan berbalik menjadi rugi tahun berjalan US$ 3,66 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2022 dengan laba tahun berjalan US$ 7,12 juta.
NIKL merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi. Perusahaan ini dikendalikan Nippon Steel Corporation dengan kepemilikan 35%, Mitsui & Co Ltd sebanyak 10%, dan Metal One Corporation mencapai 5%. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menggenggam sebanyak 20,1% saham NIKL.

