Laba PGN (PGAS) Tergerus 36% hingga September, Apa Pemicunya?
JAKARTA, Investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN membukukan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 36% menjadi US$ 198,49 juta hingga kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 310,52 juta.
Baca Juga
Padahal, manajemen PGN dalam publikasi laporan keuangan, Jumat (27/10/2023) mengungkapkan, perseroan berhasil mencetak kenaikan pendapatan dari US$ 2,64 miliar menjadi US$ 2,69 miliar sampai September 2023.
Sedangkan beban pokok pendapatan naik dari US$ 2,03 miliar menjadi US$ 2,16 miliar, sehingga laba kotor terkoreksi dari US$ 607,01 juta menjadi US$ 523,04 juta. Penurunan laba juga dipicu kenaikan beban umum dan administrasi.
Baca Juga
Hingga September, Laba Cisarua (CMRY) Tumbuh Dekati Rp 1 Triliun
Meski perseroan berhasil menekan beban keuangan dari US$ 98,11 juta menjadi US$ 78,77 juta, laba sebelum pajak penghasilan tetap turun dari US$ 493,19 juta menjadi JUS$ 367,56 juta.
PGN juga mencatatkan penurunan total aset dari US$ 7,19 miliar menjadi US$ 6,68 miliar sampai September 2023. Total liabilitas juga berhasil dipangkas dari US$ 3,75 juta menjadi US$ 3,25 juta.

