IHSG Anjlok 1,07%, Saham DOOH dan POLU Bertahan ARA
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/9/2023), ditutup anjlok 74,58 poin (1,07%) menjadi 6.923,80. IHSG bergerak dalam rentang 6.913 -7.019.
Pelemahan IHSG dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor material dasar 2,83%, sektor energi 2,79%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor property 1,29%, dan sektor keuangan 0,94%.
Baca Juga
Hanya Kendaraan Ramah Lingkungan yang Boleh Beroperasi di IKN
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 0,60% dan sektor teknologi 0,32%. Pelemahan indeks disebut akibat berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah hingga mencapai Rp 15.445 per dolar AS.
Meski IHSG anjlok, kedua saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Mera Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik Rp 25 (34,25%) menjadi Rp 98 dan PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat Rp 165 (25%) menjadi Rp 825.
Baca Juga
Penguatan juga melanda saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik Rp 120 (22,02%) menjadi Rp 665, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menguat Rp 24 (19,35%) menjadi Rp 148, dan PT Pelangai Indah Cianindo Tbk (PICO) naik Rp 26 (16,25%) menjadi Rp 186.
Sebaliknya pelemahan melanda saham berikut, yaitu saham PT Maha PRoperti Indonesia Tbk (MPRO), PT SLJ Global Tbk (SULI), PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), dan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK).

