IHSG Ditutup Anjlok 107 Poin, Tetapi 4 Saham Ini Terbang hingga ARA
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/10/2023), ditutup anjlok sebanyak 107,21 poin (1,57%) menjadi 6.741,96. IHSG bergerak dalam rentang 6.730,88-6.853,45 dengan nilai transaksi Rp 8,10 triliun.
Penurunan dalam indeks tersebut dipengaruhi berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mendekati level Rp 16.000.
Baca Juga
Penurunan indeks dipicu atas hampir seluruh sektor saham, sektor energi, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi turun lebih dari 2%. Penurunan lebih dari 1% melanda saham sektor material dasar, sektor industry, dan sektor property. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor teknologi sekitar 0,90%.
Meski IHSG terjerembab, ketiga saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) menguat Rp 17 (34%) menjadi Rp 67, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) naik Rp 56 (25%) menjadi Rp 280, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menguat Rp 200 (24,54%) menjadi Rp 1.015, dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menguat Rp 62 (24,41%) menjadi Rp 316.
Baca Juga
IHSG Jelang Akhir Pekan Naik Tipis, BKDP dan NICL Sukses ARA
Penguatan harga juga melanda saham PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) menguat Rp 16 (23,88%) menjadi Rp 83 dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) naik Rp 78 (18,84%) menjadi Rp 492.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam adalah saham, yaitu saham PT Mahaka Radia Integra Tbk (MARI), PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), PT Sanuharsa Mitra Tbk (MINA), PT Mahaka Media Tbk (ABBA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

