Fokus Kualitas, Prospek dan Target XL Axiata (EXCL) Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) menunjukkan tren peningkatan margin keuntungan yang diharapkan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Peningkatan margin tersebut didukung atas kenaikan harga jual paket data bersamaan dengan peningkatan utilisasi trafik.
Tren peningkatan margin keuntungan tersebut diharapkan menjadikan EBITDA perseroan tahun ini bakal mencapai level tertinggi baru sepanjang masa menjadi Rp 15,9 triliun atau bertumbuh 12% dari realisasi tahun lalu.
Baca Juga
Terkait Kabar XL (EXCL) Jajaki Akuisisi FREN, Seberapa Urgen?
Analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra mengatakan, tren peningkatan margin tersebut menggambarkan perubahan focus perseroan dari peningkatan jumlah pengguna menjadi kualitasi pengguna.
Peningkatan margin tersebut terlihat dari kenaikan EBITDA perseroan menjadi Rp 4,1 triliun pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 senilai Rp 4,09 triliun. Angka tersebut telah melampaui estimasi, sehingga total EBITDA perseroan hingga September 2023 melesat 13% menjadi Rp 11,75 triliun.
Sinarmas Sekuritas menyebutkan kenaikan tersebut sejalan dengan lompatan margin EBITDA perseroan dari 49,8% pada kuartal II menjadi 50,6% pada kuartal III. Kenaikan ini didukung penguatan harga jual paket data yang berimbas terhadap peningkatan ARPU menjadi Rp 42 ribu per pengguna.
Baca Juga
Hingga September, Laba XL Axiata (EXCL) Capai Rp 1,01 Triliun
“Memang kenaikan paket data ini berdampak negative terhadap penurunan subscriber sebanyak 1%, namun penurunan tersebut suda sesuai harapan sejalan dengan strategi peningkatan kualitas pengguna,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Terkait dengan biaya operasional kuartal III-2023, dia mengatakan, hanya naik 3% dari periode sama tahun lalu. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan semula mencapai 6%. Hal ini menjadikan laba inti perseroan meningkat menjadi Rp 317 miliar, dibandingkan kuartal III-2022 senilai Rp 267 miliar.
Melihat performa, dia mengatakan, XL diperkirakan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan sampai akhir tahun dengan target kenaikan 10% menjadi Rp 32 triliun. “Kami memperkirakan kenaikan kembali harga jual data bersamaan dengan pertumbuhan trafik data akan menjadi kunci pertumbuhan perseroan ke depan,” terangnya.
Baca Juga
Perseroan sebelumnya telah menaikkan harga jual paket data pada pekan kedua November tahun ini. Langkah ini sejalan dengan kenaikan harga paket data beberapa competitor. Peningkatan tersebut juga menggambarkan perubahan fokus operator dari semula mengejar subscriber ke peningkatan ARPU.
Sinarmas Sekuritas juga memperkirakan margin EBITDA XL diprediksi stabil di atas 50% pada kuartal IV-2023, sehingga margin EBITDA sepanjang tahun ini meningkat menjadi 49,6% dan diprediksi kembali naik menjadi 52,4% tahun depan. Hal ini diharapkan menjadikan EBITDA perseroan tahun ini berpotensi melesat menjadi Rp 15,9 triliun dan menjadi Rp 17,60 triliun pada 2024.
Baca Juga
Terkait performa 2024, dia mengatakan, pertumbuhan pendapatan diprediksi melambat, meski demikian EBITDA diharapkan tetap bertumbuh pesat berkisar 11%, seiring dengan berlanjutnya kenaikan margin keuntungan. “XL telah berhasil mengerek naik margin secara konsisten dan meningkatkan utilisasi jaringan yang diharapkan membuat EBITDA tetap bertumbuh pesat tahun depan,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga tiga bulan ke depan Rp 2.500 dan target harga 12 bulan mendatang Rp 2.800. Target harga tersebut juga menggambarkan perkiraan peningkatan laba inti menjadi Rp 1,09 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 1,31 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 698 miliar.
Proyeksi Kinerja Keuangan EXCL

