Efisiensi dan Kenaikan ARPU yang Bikin Prospek XL Axiata (EXCL) Berkilau
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) tetap berkilau, seiring dengan keberhasilan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan sesuai dengan ekspektasi. Prospek sahamnya juga didukung peluang kenaikan ARPU (rata-rata pendapatan per pelanggan) dan efisiensi karena berlanjutnya pengendalian biaya.
XL mencatatkan kenaikan laba yang diatribuskan kepada pemilik entitas induk sebanyak 3% dari Rp 981,20 miliar menjadi Rp 1,01 triliun sampai kuartal III-2023.
Manajemen EXCL dalam publikasi laporan keuangan menyebutkan, kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 21,59 tirliun hingga September 2022 menjadi Rp 23,86 triliun sampai September 2023.
“Realisasi pertumbuhan kinerja keuangan XL hingga September 2023 telah sesuai dengan perkiraan yang diharapkan berimbas positif terhadap pergerakan sahamnya. Sentimen lainnya datang dari keinginan manajemen untuk terus menaikkan harga jual paket data,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Terkait kenaikan harga jual data telekomunikasi, Niko mengatakan, XL telah mulai menaikkan pada Agustus tahun ini. Peningkatan lebih lanjut juga telah diterapkan pada November. Peningkatan harga tersebut diharapkan berimbas positif terhadap peningkatan ARPU, sehingga kinerja keuangan melanjutkan pertumbuhan.
Selain itu, lanjut Niko, peningkatan harga jual paket tersebut sejalan dengan para kompetitor yang cenderung mempertahankan harga lebih menguntungkan. Peningkatan harga tersebut menjadikan rata-rata ARPU perseroan tetap tinggi, mencapai Rp 42 ribu per pengguna atau naik 7,9% dari periode sama tahun lalu.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.900. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2024 sekitar 5,3 kali, dibandingkan harga saham saat ini yang baru merefleksikan EV/EBITDA sekitar 3,5 kali.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan mencapai Rp 1,38 triliun tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 2,09 triliun pada 2024. Sedangkan pendapatan diharapkan naik menjadi Rp 32,08 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 34,29 triliun pada 2024.
Pelanggan Berkualitas
Pangangan positif terhadap performa keuangan XL hingga September 2024 juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Realisasi pertumbuhan EBITDA dua digit menjadi 12,6% hingga September 2023 tergolong baik sehingga berada di atas industri.
“Pertumbuhan EBITDA yang pesat tersebut menggambarkan keunggulan dalam pengelolaan biaya yang tercermin pada margin EBITDA sebanyak 50,6% pada kuartal III-2023. Begitu juga dengan ARPU dan penggunaan data telekomunikasi tetap tumbuh dengan kokoh,” tulis riset Mandiri Sekuritas.
Lebih lanjut, Mandiri Sekuritas menyatakan, pertumbuhan didukung keberhasilan perseroan dalam mengendalikan biaya. Langkah ini diharapkan membuat tren pertumbuhan cenderung berlanjut ke depan.
Hal ini menjadi alasan Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.000. Target harga tersebut juga mempertimbangkan upaya manajemen untuk mempertahankan pertumbuhan ARPU melalui kenaikan harga jual paket data dan meningkatkan pelanggan berkualitas.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan upaya perseroan untuk terus menggenjot bisnis fixed broadband dengan target tambahan satu juta homes passed tahun depan dengan sejumlah kemitraan. Perseroan juga menargetkan tambahan spektrum 700 MHz pada semester I tahun depan.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan biaya keuangan dari Rp 1,88 triliun menjadi Rp 2,17 triliun. EXCL mencatatkan keuntungan selisih kurs Rp 6,04 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi senilai Rp 450 juta.
Adapun menyangkut aset, terjadi penurunan dari Rp 87,27 triliun menjadi Rp 86,09 triliun. Sedangkan liabilitas jangka pendek turun dari Rp 26,35 triliun menjadi Rp 21,78 tirliun. Sebaliknya liabilitas jangka panjang naik dari Rp 35,15 triliun menjadi Rp 38.10 triliun.
Prospek saham EXCL
BRI Danareksa Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 3.900
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : Buy
Target harga : Rp 3.000
Kebut Layanan Konvergensi
Menanggapi pencapaian kinerja 9 bulan pertama, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional yang terus menantang serta kompetisi yang terus berlangsung ketat hingga saat ini, mampu dijawab EXCL dengan pencapaian kinerja yang menggembirakan. “Tantangan ke depan tentunya tidak akan lebih ringan. Untuk itu, berbagai inisiatif akan terus kami lakukan,” kata dia, Rabu (22/11/2023).
Hingga kuartal III-2023, tercatat EXCL memiliki 206 ribu pelanggan layanan Home, dengan penambahan lebih dari 52 ribu dalam tiga bulan. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya jaringan XL SATU Fiber yang kini telah mencapai 75 kota/kabupaten. “Di sisi lain, XL Axiata mampu terus meningkatkan penetrasi layanan konvergensi hingga 69% dari pelanggan layanan Home,” tutur Dian.
Dengan total jumlah pelanggan mencapai 57,5 juta hingga akhir September 2023, ARPU Mobile XL Axiata tercatat sebesar Rp 40 ribu untuk layanan prabayar, Rp 90 ribu pascabayar, dan Rp 42 ribu blended.
Dari sisi biaya-biaya operasional, XL Axiata berhasil menjaga tingkat stabilitasnya. Bahkan biaya terkait penjualan dan pemasaran bisa ditekan menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan penerapan strategi digitalisasi. Sementara
Selain itu, kata Dian, strategi transformasi digital yang dijalankan XL Axiata termasuk dalam mengembangkan pengalaman pelanggan melalui aplikasi MyXL dan AXISNet terus menunjukkan efektivitasnya. Kedua aplikasi telah memberikan hasil yang sangat kuat hingga sembilan bulan pertama 2023. Tercatat lebih dari 27 juta pelanggan yang aktif menggunakan MyXL.
XL Axiata terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama layanan konvergensi. Komitmen XL Axiata memperkuat jaringan tercermin dari pengalokasian belanja modal (capex) sebesar Rp 8 triliun, yang mayoritas untuk mendukung kebutuhan ekspansi jaringan. Hingga akhir September 2023, total jumlah BTS XL Axiata mencapai 158.225 BTS, termasuk BTS 4G sebanyak 103.408 unit.
Kolaborasi yang semakin erat antara XL Axiata dengan Link Net diharapkan akan mampu meningkatkan penetrasi layanan konvergensi di Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, kedua pihak akan memperluas cakupan layanan hingga 8 juta home pass.
XL Axiata melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham EXCL pada 2005. Kemudian pada 2008, TM Group mengumumkan penyelesaian proses demerger, menghasilkan dua entitas yang terpisah, yaitu Telekom Malaysia Berhad (“TM”) dan TM International Berhad (sekarang bernama Axiata Group Berhad/Axiata), dimana Indocel Holding Sdn. Bhd. secara tidak langsung merupakan anak perusahaan Axiata melalui TM International (L) Limited. Axiata mengakuisisi seluruh kepemilikan saham XL yang dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad, sehingga kepemilikan Indocel Holding Sdn. Bhd menjadi 83,8%.
Pada 2010, pemegang saham mayoritas XL Axiata yaitu Axiata Investments (Indonesia) melepaskan sebagian sahamnya (20%) di XL Axiata melalui Private Placement untuk meningkatkan jumlah saham XL Axiata yang dimiliki publik.
Etisalat, salah satu pemegang saham utama di XL Axiata, menginvestasikan 9,1% kepemilikan sahamnya melalui penawaran saham pada investor institusi pada 2012. Sehingga porsi kepemilikan saham publik meningkat dari 20,2% menjadi 33,5%. XL Axiata terus berfokus pada bisnis komunikasi data dan investasi pada infrastruktur jaringan secara komprehensif, termasuk menggelar lebih dari 11.000 BTS baru di tahun 2012.
XL Axiata dan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal Investment menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS). (Hari Gunarto)

