Merger Tuntas, Prospek dan Target Saham EXCL makin Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – Rampungnya merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XLSmart terhitung sejak 16 April 2025 menjadi momentum penting dalam industri telekomunikasi Indonesia. Penggabungan ini bisa berdampak terhadap peningkatan rerating saham EXCL dengan target harga lebih tinggi, karena kapasitas dan cash flow XLSmart makin membesar.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana memandang konsolidasi ini diproyeksikan memperkuat posisi EXCL sebagai salah satu pemain utama yang kini bisa menantang dominasi Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan Telkomsel.
Baca Juga
“Dengan basis pelanggan gabungan mencapai lebih 94,5 juta, penguasaan spektrum frekuensi yang lebih luas, serta infrastruktur jaringan yang lebih merata, EXCL berpeluang meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing layanan,” ujar Hendar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tak hanya memperluas jangkauan jaringan, Hendra memandang, penggabungan ini membuka jalan bagi sinergi biaya yang signifikan, termasuk optimalisasi BTS, backbone, serta efisiensi capex dan opex yang bisa menopang margin EBITDA ke level 38–40% dalam 1–2 tahun ke depan. “Pasar juga menyambut merger ini dengan antusias, mencerminkan ekspektasi peningkatan kinerja keuangan EXCL secara berkelanjutan,” terangnya.
Jika sebelumnya EXCL berada di posisi ketiga secara pangsa pasar dan profitabilitas, menurut dia, XLSmart berpotensi mengejar ketertinggalan dari ISAT yang telah lebih dulu sukses konsolidasi dengan Tri Indonesia.
Baca Juga
Kemenkomdigi Harap XLSmart (EXCL) Rampungkan 8.000 BTS dalam 2 Tahun
Hendra berujar adapun target pendapatan EXCL diproyeksikan bisa mencapai Rp 42–45 triliun pada 2025, dengan prospek rerating saham yang lebih besar seiring membaiknya struktur keuangan dan cash flow. “Konsensus analis memperkirakan target harga saham EXCL berkisar Rp 2.700-3.000 dalam jangka menengah, seiring keberhasilan merger,” terangnya.
Secara lebih luas, konsolidasi EXCL–FREN menegaskan arah industri telekomunikasi yang semakin efisien dan terfokus pada kualitas layanan serta monetisasi data. Meskipun tantangan seperti stagnasi ARPU dan tekanan dari layanan OTT masih membayangi, namun fundamental industri tetap positif, seiring meningkatnya kebutuhan data masyarakat dan digitalisasi lintas sektor.
“Dengan fondasi yang lebih solid pasca penggabungan, EXCL kini berada pada jalur transformasi menuju posisi strategis baru dalam peta industri telekomunikasi nasional,” terang dia.
Saham Defensif
Katalis positif lainnya terkait kinerja industri telekomunikasi yang relatif tahan banting di saat terjadi krisis ekonomi ataupun pelemahan daya beli. Masyarakat tetap membutuhkan pulsa dan data untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan penunjang aktivitas sehari hari. Langganan data dan internet, bagi masyarakat sudah sama pentingnya dengan langganan listrik dan air.
Baca Juga
Ada Crossing Saham EXCL Rp 7,60 triliun, Merger EXCL-FREN Tuntas
Kondisi inilah yang membuat saham saham operator telekomunikasi menjadi saham defensif alias tempat aman untuk berinvestasi. Terhitung sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif resiprokal, saham industri telekomunikasi relatif lebih cepat rebound dengan fluktuasi yang lebih stabil.
Pasca merger tuntas yang ditandai dengan peresmian XLSMART pada 17 April 2025, broker asing Macquarie merilis laporan riset dan memberikan rating outperform untuk saham EXCL dengan target harga di Rp 3.000 per saham.

