Saham EXCL Simpan Prospek Menggiurkan Usai Merger, Stagnasi Harga Saat Ini Bersifat Sementara
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) diperdagangkan dalam harga yang relatif stagnan, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dengan dengan volatilitas sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Stagnasi ini diperkirakan berhenti setelah merger tuntas, bahkan saham EXCL diprediksi kian menarik.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI dalam sebulan terakhir, saham operator telekomunikasi ini (EXCL) yang akan merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT Smart Telecom (SmartTel) ini bergerak dalam rentang Rp 2.220-2.310.
Laju pergerakan saham EXCL tersebut berbanding terbalik dengan IHSG BEI yang menunjukkan fluktuasi tajam dengan rentang pergerakan 6.246 hingga 7.325. Bahkan, IHSG telah terkoreksi 11,4% sejak awal tahun. Level IHSG saat ini sudah berada di level terendah dalam 3 tahun terakhir.
Baca Juga
Franky Widjaja: Merger EXCL dan FREN Ciptakan Efisiensi Biaya US$ 1,5 Miliar
Kejatuhan IHSG dalam beberapa pekan terakhir terpicu penurunan harga saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar (big caps). Saham-saham perbankan KBMI IV juga anjlok signifikan. Sementara saham-saham emiten telekomunikasi ada yang terkoreksi 13% hingga 40% sejak awal tahun.
Beberapa saham yang dikuasai konglomerat (saham konglo) bisa naik maupun turun belasan hingga puluhan persen dalam sehari. Begitu pula saham yang memiliki aksi korporasi backdoor listing, bisa mencapai level auto reject atas atau ARA.
Analis Trimegah Sekuritas Sabrina menilai bahwa stagnasi saham EXCL bukan karena fundamental perusahaannya, namun saham ini seperti "terkunci sementara" hingga aksi merger tuntas.
"Dengan penentuan harga buyback EXCL di Rp 2.350 saat merger, maka harga sahamnya tidak akan bergerak jauh dari level ini. Namun, saat merger selesai, maka prospek perusahaan dan fundamental yang akan berbicara, ujarnya.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Tegaskan Minat Ikuti Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Tahun 2024, EXCL berhasil mempertahan pertumbuhan solid kinerja keuangan, yaitu pendapatan meningkat sebesar 6% menjadi Rp 34,40 triliun. Peningkatan pendapatan tersebut kemudian mendorong pertumbuhan EBITDA mencapai Rp 17,88 triliun, tumbuh 13% YoY, dengan EBITDA margin yang meningkat menjadi 52%.
Laba bersih XL Axiata ikut terdorong menjadi Rp 1,85 triliun atau naik 45% YoY. Hingga periode akhir 2024 ini, XL Axiata juga berhasil meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) naik menjadi Rp 43 ribu. Kenaikan ARPU ini seiring dengan pertumbuhan trafik data yang meningkat 9% YoY, mencapai 10.547 Petabytes, yang juga ikut mendorong kenaikan kontribusi pendapatan layanan Data dan Digital hingga mencapai sebesar 92% dari total pendapatan.
Yield Dividen
Sabrina menambahkan, faktor lainnya yang membuat EXCL menarik adalah emiten ini membagi dividen dengan imbal hasil atau yield yang menarik. Tahun buku 2023, EXCL membagikan dividen senilai Rp 635,6 miliar atau setara Rp 49 per saham. Sebelumnya pada 2022, dividen EXCL tercatat senilai Rp 551,7 miliar atau setara Rp 42 per saham.
Pada 2021, EXCL tercatat membagikan dividen senilai Rp552,1 miliar atau setara Rp 51 per saham. Mundur ke 2020, EXCL menebar dividen senilai Rp 339,5 miliar atau setara Rp 32 per saham, sementara pada 2019 sebesar Rp215,7 miliar atau setara Rp 20 per saham.
Baca Juga
Merger Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Diperkirakan Rampung Akhir Maret
Dalam dokumen rencana penggabungan usaha, EXCL berencana membagikan dividen sampai dengan US$ 70 juta atau setara dengan Rp 1,10 triliun. Jumlah tersebut akan menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, dan bisa menjadi sinyal positif bagi investor yang mencari kestabilan aliran kas di tengah ketidakpastian pasar.
Dengan harga saham saat ini, yield dividen berpotensi mencapai 3,7%. Selain itu, harga saham EXCL yang terakhir tercatat di Rp 2.270 masih berada di bawah harga merger Rp 2.350, memberikan peluang return yang menarik sekitar 7%.
"Yang perlu diperhatikan apakah akan ada dividen tambahan atau tidak, karena biasa terjadi jelang merger akan ada dividen spesial bagi para pemegang saham," ujarnya.
Baca Juga
Merger EXCL-FREN Ciptakan Nilai Sinergi Triliunan Rupiah per Tahun, Begini Target Sahamnya
Sabrina menambahkan dalam perspektif jangka panjang, saham EXCL dinilai sebagai pilihan investasi yang menjanjikan. Merger dengan FREN diperkirakan akan menciptakan sinergi pra-pajak senilai Rp 4,8 triliun hingga Rp 6,4 triliun per tahun dalam tiga tahun pasca-merger. Efek sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan valuasi saham EXCL secara signifikan.
Dalam konsensus Bloomberg, sebanyak 26 dari 31 analis yang membahas saham EXCL memberikan rekomendasi beli. Sisanya, 4 analis menyarankan hold dan 1 analis menyematkan rekomendasi jual. Target harga saham EXCL menurut analis konsensus Bloomberg berada pada Rp2.907,14 untuk periode 12 bulan ke depan.
Christian Sitorus, analis riset dari MNC Sekuritas, juga menyambut baik langkah merger ini. Menurutnya, jika sinergi dapat terealisasi sebesar 5-10% tahun-tahun awal, harga saham EXCL berpotensi naik menuju kisaran Rp 3.100 – Rp 3.400, sehingga EXCL direkomendasikan beli.

