Lagi-lagi Terjungkal, Saham Emiten Prajogo Pangestu Pemberat Utama IHSG Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Prajogo Pangestu berbalik anjlok pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/1/2024). Bahkan, ketiga saham ini menjadi pemberat utama koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2024 berjalan.
Data BEI mengungkap penurunan paling dalam dicatatkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok sampai Rp 625 (11,01%) menjadi Rp 5.050. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 4,950-5.775.
Baca Juga
Terang Dunia (UNTD) Targetkan Pendapatan Naik Minimal 30%, Ini Sumbernya
Pelemahan selanjutnya dicatatkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melemah Rp 290 (7,25%) menjadi Rp 3.710. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 3.520-4.100.
Sedangkan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan penurunan paling tipis mencapai Rp 55 (4,93%) Rp 1.060. Begitu juga dengan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) turun Rp 70 (1,43%) menjadi Rp 4.810.
Baca Juga
BEI menyebutkan bahwa saham BREN, TPIA, dan BRPT menjadi tiga saham utama pemberat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang 2024 berjalan atau dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan data, saham BREN menyumbang sebanyak 94,09 terhadap koreksi indeks, saham TPIA berkontribusi sebanyak 49,07 terhadap koreksi indeks, dan saham BRPT berkontribusi sekitar 17,52% terhadap penurunan indeks.
Hal ini berbanding terbalik dengan performa tahun 2023, yaitu saham emiten Prajogo Pangestu menjadi faktor utama penopang penguatan IHSG sepanjang tahun lalu.
Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEIberbalik terkoreksi 7,34 poin (0,10%) menjadi 7.219,96. Meski demikian, sebanyak enam saham justru berhasil mencetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA).

