IHSG Dibuka Melesat, tapi Saham Emiten Prajogo Pangestu Terjungkal
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7/2024), dibuka melesat 31 poin (0,46%) menjadi 7.254. IHSG langsung melesat sejak menit awal pembukaan, tapi tidak dengan saham emiten Prajogo Pangestu.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi, material dasar, keuangan, konsumer non primer, properti, dan industri. Sebaliknya saham sektor kesehatan turun tipis.
Baca Juga
Saham dengan penguatan paling pesat awal transaksi ini, yaitu saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 245 (17,50%) menjadi Rp 1.645, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik Rp 13 (14,13%) menjadi Rp 105, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat Rp 34 (8,67%) menjadi Rp 426.
Sedangkan saham emiten Prajogo Pangestu anjlok di awal perdagangan dipimpin penurunan saham emiten PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 3,53% menjadi Rp 8.175. Penurunan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi tbk (CUAN), dan PT Chandra Asri Pacifik Tbk (TPIA).
Kemarin, indeks ditutup terkoreksi sebanyak 54,57 poin (0,75%) menjadi 7.224,29. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 529,55 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 248,10 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 154,08 miliar, dan PT Ban Central Asia Tbk (BBCA) Rp 85,93 miliar.
Baca Juga
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan saham-saham kapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terjungkal 6,08% menjadi Rp 8.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1% menjadi Rp 9.950, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,02% menjadi Rp 11.225, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,87% menjadi Rp 4.730.
Secara sektoral, pelemahan indeks ditekan penurunan saham sektor infrastruktur, sektor keuangan, konsumer non primer, sektor properti, dan sektor industri. Sebaliknya saham sektor konsumer primer, teknologi, dan material dasar naik.

