Galang Dana Besar-besaran, Saham Provident (PALM) Menuju Level Rp 650
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) ditargetkan menuju level Rp 650, seiring dengan sejumlah aksi penggalangan dana untuk menopang beberapa aksi korporasi tahun ini bersamaan dengan kenaikan harga saham portofolio yang dikuasai perseroan.
“Sejumlah aksi penggalangan dana ini akan dimanfaatkan untuk mengerek naik harga saham PALM ke Rp 650. Dengan masukknya dana segar tren pertumbuhan kinerja keuangan perseroan cenderung melesat ke depan. Target tersebut juga menunjukkan harga saham portofolio perseroan cenderung naik, sehingga nilai aset investasinya bertumbuh,” tutur seorang sumber di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Provident Investasi (PALM) Akan Suntik Modal Anak Usaha Rp 1,86 Triliun
Perseroan sebelumnya mengumumkan rencana penerbitan sebanyak 9,99 miliar saham atau setara dengan 58,4% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga memberi nilai tambah untuk mendukung kinerja perseroan.
Dana tersebut akan digunakan pengembangan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham atau efek bersifat ekuitas pada satu atau lebih perusahaan tercatat sektor sumber daya alam, teknologi, media, dan telekomunikas, serta logistik.
Dana ini juga akan digunakan untuk melunasi utang kepada Winarto Kartono, Hardi Wijaya Liong, dan Garibaldi Thohir. Sedangkan sisa dana akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Selain rights issue, perseroan Provident Investasi (PALM) akan akan menerbitkan obligasi dengan nilai pokok Rp 1,25 triliun.Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2024 tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama dengan nilai pokok Rp 5 triliun dengan rating idkan A (Single A).
Baca Juga
Provident Investama (PALM) Borong Rp 3,69 Triliun saham MBMA, Nilainya di Bawah Harga IPO
Dana hasil emisi obligasi ini akan dialokasikan Perseroan sebesar US$ 70 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok utang Perseroan kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB).
Sementara sisanya akan digunakan oleh Perseroan atau anak perusahaan untuk mengembangkan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham pada satu atau lebih perusahaan tercatat di sektor sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, dan/atau logistik, atau efek bersifat ekuitas lainnya.

