Jelang HMETD Tuntas, Saham Provident Investasi (PALM) Menuju Rp 650
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah fund manager gencar mengincar saham PT Provident Investasi bersama Tbk (PALM), seiring dengan kesuksesan pelaksanaan penerbitan saham baru atau rights issue. Penguatan juga didukung ekspektasi kebangkitan seluruh portofolio saham yang dipegang perseroan tahun ini.
Seorang pelaku pasar yang mengetahui aksi transaksi ini menyebutkan bahwa para fund manager menetapkan sikap optimistis terhadap potensi penguatan saham PALM setelah masuknya dana segar dari rights issue. Apalagi dana tersebut difokuskan untuk investasi dan mengurangi total utang.
Baca Juga
Provident Investasi (PALM) Mau Right Issue Rp 3,61 Triliun, Cek Jadwalnya
“Hal ini mendorong sejumlah fund mager aktif memborong rights issue dan saham PALM. Mereka meyakini peluang penguatan saham PALM menuju Rp 650 dalam waktu dekat atau setelah rights issue tuntas,” terangnya di Jakarta, hari ini.
Selain ditopang kesuksesan rights issue, dia mengatakan, tingginya minat beli terhadap saham PALM didukung atas ekosistem perseroan yang kuat, yaitu dikendalikan sejumlah pemegang saham yang memiliki nama baik di bursa saham. Kenaikan harga juga didukung potensi lompatan harga saham yang menjadi portofolio investasi PALM.
PALM tengah menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 8,65 miliar saham. Sedangkan harga rights issue ditetapkan senilai Rp 418 per saham. Dengan demikian total dana yang bakal diraup berkisar Rp 3,61 triliun. HEMTD Provident (PALM-R) telah diperdagangakan sejak 20 Maret dan berakhir hari ini.
Baca Juga
Provident (PALM) Terbitkan Obligasi Rp 1,25 Triliun, Tawarkan Kupon 9,75%
Perseroan sebelumnya mengungkap bahwa raihan dana penerbitan saham bari ini akan digunakan pengembangan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham atau efek bersifat ekuitas pada satu atau lebih perusahaan tercatat sektor sumber daya alam, teknologi, media, dan telekomunikas, serta logistik.
Dana ini juga akan digunakan untuk melunasi utang kepada Winarto Kartono, Hardi Wijaya Liong, dan Garibaldi Thohir. Sedangkan sisa dana akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

