IHSG Cenderung Mixed, Pantau Katalis Penyokong Pasar Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan pekan pertama bulan ini, 2 – 6 Oktober 2023.
Senior Investment Information dan Analis PT Mirae Asset Sekuritas menyebut, pekan ini target support IHSG berada di level 6.901 dan 6.862. Sementara titik resistance dipatok level 6.970 dan 7.012.
Baca Juga
Prediksi IHSG dan 6 Rekomendasi Saham di Pekan Pertama Oktober
Nafan menyebut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pekan ini, terutama terkait perilisan data PMI manufaktur dan services Indonesia. “Saya pikir angka PMI masih relatif oke untuk ekspansi. Jadi ini tentunya ini akan meningkatkan katalis positif buat market kita pekan ini,” papar Nafan saat dihubungi Investortrust, Minggu (1/10/2023).
Disisi lain, stabilitas inflasi menurut dia akan turut memberikan katalis positif untuk IHSG. “Jadi wajar saja kalau secara teknikal memang proyeksi saya mixed to higher untuk IHSG,” imbuhnya.
Katalis lain yang diyakini akan mendukung pasar saham adalah perilisan data cadangan devisa Indonesia yang masih kuat di atas level US$ 130 miliar. “Kondisi ini memperkuat stabilitas rupiah terhadap dolar AS,” imbuhnya.
Sementara dari skala global, pasar akan mencermati data terbaru kondisi tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yaitu Non-Farm Payroll (NFP), ini merupakan data yang menunjukkan perubahan jumlah tenaga kerja AS di semua sektor dengan pengecualian pegawai pemerintah, pegawai rumah tangga, maupun pegawai yang bekerja pada organisasi LSM.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Stagnan, Paling Murah Rp 574.500 per Gram
“Kita menanti non parm payroll dan data pengangguran AS, itu juga biasanya memberikan high market impact terutama terhadap mata uang AS. Jadi tergantung dari perlisan ini pada Jumat malam,” imbuhnya .
Data tersebut dikatakan Nafan juga dinantikan oleh investor global, karena The Fed diyakini lebih cenderung mengandalkan data kinerja data makro ekonomi dalam menentukan kebijakan suku bunganya.
Adapun sektor-sektor yang perlu diperhatikan untuk pekan ini kata Nafan yaitu cyclical, financials, non-cyclicals, properti dan transportation.

