WSBP Bikin 2 ‘Bacthing Plant’ Penyokong Proyek IKN
JAKARTA, Investortrust – Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang bergerak di bisnis precast, PT Waskita Beton Precast (WSBP) membangun dua batching plant atau unit pembuat beton cair (readymix) khusus untuk melayani proyek-proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sejak Januari 2023 kami menjadi anak usaha BUMN Karya Pertama yang mendirikan batching plant untuk mendukung kebutuhan pembangunan di IKN,” kata Wakil Sekretaris Perusahaan WSBP Fandy Dewanto, di Balikpapan, Minggu seperti dilansir Antara.
Dengan kapasitas produksi sebesar 78 meter kubik per jam, Batching Plant (BP) Sepaku dapat menghasilkan volume produksi readymix kualitas Fc 10 sampai dengan Fc 35, Fs 45, dan K100-K350 sebesar 1.716 meter kubik per hari. Lewat BP Sepaku WSBP menyuplai readymix untuk berbagai proyek gedung pemerintahan, akses jalan, hingga transmisi air minum.
Baca Juga
Incar Kontrak Proyek Lain di IKN, WSBP Sudah Punya Modal Ini
WSBP sejauh ini juga memperoleh dua kontrak baru pasokan yaitu Proyek Jalan Feeder (Distrik) IKN dan Proyek Pembangunan Rumah Susun ASN.
Proyek lainnya yang disuplai oleh WSBP adalah Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang Seksi 5A dengan nilai kontrak Rp76,51 miliar. Untuk proyek ini WSBP menyediakan readymix kualitas Fc 10, Fc 15, Fc 20, Fc 30, Fc 35, dan Fc 50 dari BP Tempadung yang berkapasitas produksi 56 kubik per jam dan volume 1.232 kubik per hari.
Untuk proyek jalan tol sepanjang 6,675 km ini, WSBP juga menyuplai PC-I girder yang berkualitas dari WSBP dengan spesifikasi panjang 40,8 m dan tinggi 2,1 m berjumlah 48 bentang yang dibuat langsung di plant precast di Jawa Timur yaitu Plant Prambon yang memiliki total kapasitas produksi sebesar 425 ribu ton per tahun.
Baca Juga
Kantongi Kontrak Proyek Lotte Line, WSBP Ungkap Potensi Pasar Beton Perairan
“Saat ini produksi dan pengiriman telah selesai, langsung dari Plant Prambon melalui jalur laut via Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan telah sampai di dermaga HK, Pulau Balang, Tempadung, Kalimantan Timur,” kata Fandy.
Dengan dukungan batching plant serta sumber daya yang memadai, Fandy optimistis seluruh pesanan untuk menyuplai proyek tersebut dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

