Ini Negara-negara Penyokong Kebutuhan Beras dan Gula di Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja impor komoditas pangan Indonesia pada November 2023. Dua komoditas pangan yang diimpor Indonesia yaitu beras dan gula.
“Total volume impor beras yang masuk ke Indonesia sebesar 2,53 juta ton dengan nilai US$ 1,5 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dikutip Sabtu (16/12/2023).
Pudji mengatakan impor beras Indonesia berasal dari tiga negara, yaitu Thailand dengan porsi 45,27%, Vietnam dengan porsi 41,49%, dan Pakistan 7,17%.
Baca Juga
India yang sebelumnya menjadi negara pendukung kebutuhan beras Indonesia mengalami penurunan ekspor. Ini terjadi karena India memberlakukan pembatasan ekspor beras, khususnya broken rice dan nonbasmati rice, sejak 20 Juli 2022 hingga 31 Desember 2023.
Selain India, mengutip data BPS Oktober 2023, Bangladesh dan Rusia juga memberlakukan restriksi hingga 31 Desember 2023.
Impor beras ini dilakukan karena terjadi penurunan produksi beras untuk konsumsi masyarakat. Menurut BPS, diperkirakan produksi beras untuk konsumsi mencapai 30,9 juta ton, turun 645,09 ribu ton atau turun 2,05% dibandingkan produksi beras 2022.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan ketersediaan beras sebanyak 58,53 juta ton hingga akhir Desember 2023. Bapanas menargetkan impor untuk menutup kebutuhan beras nasional 2023 sebesar 2,91 juta ton.
Di akhir tahun ini, Bapanas menargetkan sisa ketersediaan beras mencapai 7,7 juta ton. Sisa ini akan digunakan untuk kebutuhan tahun mendatang.
Baca Juga
Tak Perlu Impor Beras Jika Produksi Padi di Atas 5,4 ton per Hektare
Sementara itu untuk gula, kata Pudji, tercatat impor sebesar 4,55 juta ton hingga November 2023. Nilai impor gula tersebut mencapai US$ 2,54 miliar.
“Impor gula ini berasal dari tiga negara utama Thailand (48,82%) Brasil (24,85%) dan Australia (18,94%)” ujar Pudji.
Dikutip dari laman resmi Bapanas, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyebut Indonesia masih membutuhkan gula impor sebesar 30% untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kebutuhan nasional gula sendiri sebesar 3,4 juta ton, dengan perkiraan produksi 2,2 juta ton.
Produksi tebu Indonesia baru mencapai 61,5% dan rendemen 7,3%. Bapanas terus meningkatkan upaya produktivitas tebu dan gula sebesar 93 ton per hektare dengan rendemen 11%.
Jika dibandingkan, produktivitas tebu di Brasil mencapai 135 ton per hektare dengan rendemen di atas 13%. (CR-7)

