Intip Lini Bisnis Penyokong Utama Pendapatan WSBP, Prospek 2025 Bakal Cerah
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,33 triliun di kuartal III-2024, melonjak 29,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,03 triliun.
Dari jumlah tersebut, segmen bisnis precast menjadi kontributor terbesar pendapatan Perseroan, mencapai Rp 588,42 miliar di kuartal III-2024, angka tadi mencerminkan kenaikan sebesar 74,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 337,38 miliar.
Selanjutnnya segmen readymix atau beton cair menyumbang pendapatan sebesar Rp 450 miliar, tumbuh 15% secara year on year, sementara segmen jasa konstruksi dan sewa alat masing-masing berkontribusi Rp 206,29 miliar dan Rp 13 miliar di kuartal III-2024.
Baca Juga
WSBP Suplai Proyek Tol Akses Patimban Rp 51,81 Miliar, Optimistis Tembus Target NKB
Direktur Utama WSBP, FX Poerbayu Ratsunu mengatakan, kontribusi pendapatan segmen precast didorong dari suplai untuk beberapa proyek yang dijalankan tahun ini.
“Saat ini kami juga menangani beberapa proyek-proyek yang sedang berjalan, misalnya LRT Fase 1B Velodrome Manggarai, Jalan Tol Ciawi-Sukabumi seksi 3, lalu Jalan Tol Serang-Panimbang,” kata Poerbayu dalam acara Investortrust Power Talk yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Investortrust.id Primus Dorimulu, di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Pada segmen readymix, Poerbayu menyebut WSBP juga menyuplai produk di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Di mana WSBP menjadi salah satu supplier readymix terbesar untuk IKN.
“Kalau di IKN kami suplai di Sekretariat Presiden dan Gedung Kemenko 3 dan 4,” ucap dia.
Baca Juga
Komitmen Berkelanjutan, Waskita Beton (WSBP) Perkuat Prinsip ESG
Untuk segmen jasa kontruksi Poerbayu menjelaskan WSBP menggarap dua proyek besar yang yakni, Container Yard Batu Ampar Batam dan Dinding Penahan Sungai Enim.
“Adapun lini bisnis baru yakni, sewa alat dan ini tersebar, dipinjam sama teman-teman Karya (Group BUMN Konstruksi Karya) serta teman-teman swasta yang lain,” ungkapnya.
Prospek 2025
Terkait prospek perusahaan di tahun depan, WSBP optimistis menjadi periode yang lebih baik. Hal ini tentunya melihat dari situasi politik yang lebih stabil, serta keberlanjutan kebijakan pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, dan program pemerintah mendukung program 3 juta rumah sehingga investasi dari BUMN dan swasta akan kembali meningkat.
Melihat kondisi makro ekonomi di atas, WSBP menargetkan nilai kontrak baru (NKB) tumbuh 15%-20% dan menargetkan tingkat kemenangan tender 20%-30% di tahun 2025. Tentunya langkah ini didukung dari strategi perseroan dengan menjaga level likuiditas untuk mendukung operasi dan produksi.
Sebagai informasi, hingga 30 September 2024 WSBP telah mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp 1,73 triliun atau mencapai 75% dari target tahunan yang sebesar Rp 2,3 triliun. Capaian ini meningkat signifikan sebesar 50,82% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana NKB tercatat sebesar Rp 1,15 triliun.
WSBP optimistis dapat mencapai target tahun 2024 karena di penghujung tahun ini masih mengikuti tender berjalan senilai Rp 2,78 triliun.
Dari nilai ini, mayoritas tender berjalan yang WSBP ikuti berasal dari pelanggan eksternal, seperti pemerintah, BUMN, dan swasta sebesar Rp 2,56 triliun. “Proyek saat ini sebagian besar masih ada di pemerintah dengan bantuan-bantuan dari luar negeri,” ucap Poerbayu.
Sedangkan tender internal dari induk perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang berjalan sebesar Rp 220,97 miliar.
Selain target nilai kontrak, Poerbayu juga optimistis ke depannya WSBP bisa mencapai kinerja keungan yang lebih baik. “Kemudian pendapatan usahanya mudah-mudahan tercapai, kami optimistis gross profit-nya juga tercapai,” ujar dia.

