Laba Terkoreksi 23%, Penurunan Arwana (ARNA) Berlanjut
JAKARTA, Investrust.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat ditaribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 23% menjadi Rp 352,66 miliar hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 458,36 miliar.
Manajemen ARNA dalam laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/10/2023), disebutkan bahwa penurunan laba tersebut dipengaruhi atas penurunan pendapatan perseroan dari Rp 2 triliun menjadi Rp 1,84 triliun hingga September 2023.
Baca Juga
Meski Dipangkas, Potensi Cuan Saham Arwana Citramulia (ARNA) masih Besar
Penurunan tersebut memicu laba usaha perseroan anjlok dari Rp 591,75 miliar hingga September 2022 menjadi Rp 451,85 sampai September 2023. Penurunan laba tersebtu mengakibatkan laba per saham perseroan turun dari Rp 62,43 menjadi Rp 48,04 per saham.
Sebelumnya, RHB Sekuritas Indonesia memangkas turun target pertumbuhan laba bersih perseroan tahun 2023-2024. Target pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini dipangkas dari Rp 524 miliar menjadi Rp 450 miliar. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2024 direvisi turun dari semula Rp 612 miliar menjadi Rp 547 miliar.
Baca Juga
Jelang Rights Issue, Pengendali Ini Rajin Tambah Saham Bintang Samudera (BSML)
Revisi turun prospek kinerja keuangan tersebut mendorong RHB Sekuritas memangkas turun target harga saham ARNA dari semula Rp 1.100 menjadi Rp 1.050. Hingga pukul 13.10 WIB, saham ARNA lanjutkan koreksi dengan penurunan Rp 30 (4,38%) menjadi Rp 655.

