Target Harga Saham Lonsum (LSIP) Direvisi Naik Saat Laba Turun, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum direvisi naik dengan rekomendasi beli, meskipun laba bersih turun hingga September 2023. Revisi naik tersebut ternyata didukung sejumlah faktor berikut.
LSIP membukukan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 457,59 miliar hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 764,24 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun dari Rp 3,04 triliun menjadi Rp 2,92 triliun.
Baca Juga
Beban Bunga Turun, Indofood (INDF) Sukses Cetak Kenaikan Laba
Analis RHB Sekuritas Indonesia Syahril Hanafiah dan Hoe Lee Leng mengatakan, meski laba bersih Lonsum (LSIP) turun sampai Setpember 2023, pencapaian tersebut sudah sesuai estimasi. Bahkan, angka tersebut telah melampaui perkiraan konsensus analis. Hal ini mendorong saham LSIP layak direkomendasikan beli.
“Kami berharap perbaikan peforma perseroan akan terus berlanjut hingga kuartal IV-2023 didukung atas penurunan harga pupuk. Sedangkan produksi sawit diperkirakan memang cenderung turun,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Ekspektasi kinerja lebih pesat pada kuartal terakhir tahun ini datang dari perkiraan kenaikan rata-rata harga jual CPO. Namun demikian perkiraan penurunan volume produksi akan menjadi tantangan Lonsum (LSIP) sampai akhir tahun.
Baca Juga
Permintaan CPO di China Meningkat, Harga Referensi CPO Naik 1,11%
Revisi naik target harga saham juga mempertimbangkan ekspektasi revisi naik target laba bersih perseroan tahun ini. Peningkatan tersebut diharapkan datang dari kenaikan pendapatan bunga perseroan.
Hal ini mendorong RHB Sekuritas merevisi naik target harga saham LSIP dari Rp 960 menjadi Rp 1.040 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Saat ini, saham LSIP dinilai sudah terlalu murah dan tak lagi mencerminkan valuasi sesungguhnya.

