Harga CPO Bisa Menguat, Saham Lonsum (LSIP) Tetap Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Harga jual minyak sawit mentah (CPO) diproyeksikan cenderung menguat pada semester I-2024, seiring dengan estimasi penurunan volume produksi dipicu El Nino beberapa waktu lalu. Sedangkan dari sisi permintaan belum terlihat faktor pendorongnya.
Hal ini mendorong tim riset RHB Sekuritas Syahril Hanafiah dan Hoe Lee Leng memberikan target harga jual CPO tahun ini dalam rentang MYR 3.500-4.500 per ton.
Baca Juga
Cek Rekening! Hari Ini Adaro Energy (ADRO) Bayar Dividen Rp 6,17 Triliun
RHB Sekuritas mencatatkan stok CPO Malayasia turun sekitar 5% menjadi 2,29 juta ton pada Desember. Penurunan tersebut dipengaruhi atas penurunan volume produksi. “Kami melihat kondisi cuaca El Nino ditambah aktivitas pemupukan yang rendah pada 2021-2022 memicu penurunan produksi tahun ini. Hal ini bisa berimbas terhadap kenaikan tipis harga jual CPO di atas MYR 4.000 per ton pada semester I-2024,” terangnya dalam riset terbarunya.
Berdasarkan data El Nino tahun sebelumnya terungkap bahwa kondisi cuaca tersebut bisa berimbas terhadap penurunan volume produksi CPO berkisar 2-7%. Kondisi ini bisa menurunkan persediaan di pasar yang bakal berdampak terhadap harga jualnya.
Pergerakan harga CPO, sebut Leng dan Hanafiah, juga dipengaruhi proyeksi penurunan volume produksi minyak kedelai (soybean oil/SBO). Harga juga dipengaruhi kian menyempitnya diskon harga CPO dengan SBO. Harga CBO mencapai US$ 261 per ton dan harga minyak bunga matahari mencapai US% 150-200 per ton.
Baca Juga
Harga Referensi CPO Merosot di Awal 2024, Kemendag Beberkan Penyebabnya
Terkiat mandatori biodiesel, dia mengatakan, akan menjadi sentimen utama penyerap suplai CPO tahun ini. Indonesia memperkirakan total permintaan CPO untuk biodiesel mencapai 11-12 juta ton tahun ini. Begitu juga dengan Amerika Serikat (AS) akan menaikkan penyerapan SBO untuk produksi biodiesel di negara tersebut.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan netral saham emiten CPO. Rekomendasi ini mempertimbangkan proyeksi kenaikan harga jual CPO pada paruh pertama tahun ini akibat penurunan volume produksi setelah El Nino melanda Indonesia.
Sedangkan saham yang layak dicermati adalah emiten yang bermain di upstream dengan pilihan teratas saham PT PP Lonsum Tbk (LSIP) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.040 per saham. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) direkomendasikan netral dengan target harga Rp 6.760 per saham.

