Meski Volume Penjualan CPO Naik, Laba Lonsum (LSIP) Tetap Anjlok 26%
JAKARTA, investortrus.id – PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum membukukan penurunan laba thaun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 26% dari Rp 1,20 triliun menjadi Rp 759 miliar.
Manajemen dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/2/2024) menyebutkan, penurunan laba tersebut dipicu atas penurunan pendapatan perseroan dari Rp 4,58 triliun menjadi Rp 4,19 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Harga CPO Bisa Menguat, Saham Lonsum (LSIP) Tetap Pilihan Teratas
LSIP juga mencatatkan penurunan laba bruto sebanyak 23% dari Rp 1,49 triliun menjadi Rp 1,15 triliun. Begitu juga dengan laba usaha terkoreksi 37% dari Rp 1,20 triliun menjadi Rp 759 miliar. Hal ini menjadikan margin laba usaha tahun lalu anjlok dari 26% menjadi 18%.
Manajemen mengungkapkan bahwa penurunan harga jual rata-rata produk sawit (CPO dan PK) menjadi pemicu utamanya. Sedangkan kenaikan volume penjualan produk sawit seiring realisasi persediaan CPO akhir tahun sebelumnya menjadi faktor penahana penurunan lebih dalam.
Secara operasional, manajemen LSIP menyebutkan, perseroan berhasil mencadtatkan peningkatan volume penjualan CPO sebanyak 6% dari 286 ribu ton menjadi 303 ribu ton. Begitu juga dengan penjualan PK, PKO dan PKE naik 4% dari 100 ribu ton menjadi 105 ribu ton.
Baca Juga
Dipicu Penurunan Harga Jual, Laba Salim Ivomas (SIMP) Anjlok 39%
Perseroan juga menginformasikan bahwa total lahan tertanam kelapa sawit perseroan mencapai 91,759 hektare hingga akhir 2023. Sisanya tanaman karet mencapai 16.239 ha dan tanaman lainnya 3.943 ha. Perseroan juga memiliki kemitraan plasma kelapa sawit seluas 32.158 ha.
LSIP atau Lonsum merupakan perusahaan Perkebunan tertua di Indonesia yang dikendalikan Grup Indofood melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan Indofood Agri Resources Ltd. Berdasarkan data Indofood Agri melalui SIMP menjadi pemegang 59,51% saham SIMP.

