Wajib Tahu! Ini 10 Saham Sektor Keuangan dengan Valuasi Termurah dan Termahal
JAKARTA, investortrust.id – Saham sektor keuangan punya peran besar sebagai penggerak pasar saham domestik. Maklum saham sektor ini, khususnya perbankan memiliki bobot besar terhadap perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Bila diakumulasi, bobot sektor finansial mencapai 35% terhadap IHSG, di mana 25% diantaranya merupakan bobot saham bank besar yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Karena itu, tidak heran bila saham-saham finansial selalu menjadi perhatian utama investor. Biasanya kenaikan IHSG didahului dengan penguatan saham-saham keuangan terutama perbankan, begitu pula sebaliknya, ketika IHSG turun maka salah satu kotributor terbesarnya adalah turunnya saham keuangan.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Turun Rp 8.000 per Gram, Beli Selagi Diskon
Kendati merupakan salah satu favorit, investor harus tetap cermati memperhatikan kinerja fundamental maupun valuasi harga saham masing-masing emiten keuangan sebelum memutuskan untuk transaksi.
Sebab meski berada di sektor yang sama, bukan berarti kinerja maupun valuasinya saham sama rata. Ada yang masih menarik lantaran fundamentalnya solid namun harga saham masih relatif murah, sebaliknya ada saham yang mungkin kinerjanya baik tapi valuasinya sudah terlalu mahal. Bahkan ada yang kinerjanya kurang meyakinkan namun harga saham sudah naik tinggi.
Baca Juga
Untuk memberikan gambaran kepada pemodal terkait kondisi valuasi saham-saham sektor finansial, Tim Litbang Investortrust telah menyaring, masing-masing 10 saham finansial yang masih tergolong undervalued dan yang sudah overvalued.
Data yang tersaji mengacu pada posisi harga saham di penutupan perdagangan pasar saham, Jumat (10/11/2023). Adapun metode pengukurannya dilakukan berdasarkan posisi price earning ratio (PER) maupun price to book value (PBV) masing-masing saham, dibanding saham lainnya pada sektor tersebut.
Untuk jajaran saham yang masih undervalued, terlihat saham PT Clipan Finance Indonesia (CPIN) berada pada posisi PE dan PVB paling rendah masing-masing 2,01 kali dan 0,36 kali. Kemudian saham Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dengan PE 2,32 kali dan PVB 0,41 kali di peringkat kedua saham paling murah. Sedangkan posisi ketiga saham PT Paninvest Tbk (PNIN) dengan PE 3,68 kali dan PBV 0,12 kali.
Sementara pada jajaran saham yang sudah masuk ketegori overvalued, saham PT Bhakti Multiartha Tbk (BHAT) paling pertama yang harus dihindari dengan PER pada level 3.676,9 kali, kemudian saham Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) PER di angka 1.425,9 kali, serta Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan PER 1.113,5 kali.

