Valuasi Termurah, Mansek Rekomendasikan Beli Mitratel (MTEL)
JAKARTA, investortust.id - Harga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel ditutup melesat pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/11/2023). Lompatan harga tersebut sejalan pandangan sejumlah analis bahwa harga saham MTEL terlalu murah, dibandingkan kompetitor.
Berdasarkan data BEI, saham MTEL dibuka level Rp 620 di awal perdagangan. Selang satu setengah jam, harga saham perusahaan infrastruktur menara telekomunikasi ini kembali naik 4,84% dan akhirnya ditutup naik ke Rp 660 atau menguat 6,45%. Nilai transaksi saham MTEL juga tembus Rp 92,4 miliar atau melambung puluhan kali dari rata rata transaksi harian MTEL pekan sebelumnya.
Baca Juga
Pertumbuhan Mitratel (MTEL) Diprediksi Lebih Kuat di Sisa Tahun 2023
"Kami melihat penguatan prospek saham MTEL didukung kondisi makro cenderung berbalik arah membaik setelah The Fed mengeluarkan nada dovish dalam pertemuan FOMC terbarunya. Secara fundamental, MTEL juga tetap solid dengan pertumbuhan EBITDA dan laba bersih kuat pada kuartal III-2023," tulis analis Mandiri Sekuritas (Mansek) Henry Tedja dalam laporan riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Hal ini mendorong Mansek untuk untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 1.000 per saham. Harga tersebut masih menunjukkan penguatan sebanyak 51,51%, dibandingkan dengan harga penutupan hari ini Rp 660.
Dalam riset yang diterbitkan tersebut, Mandiri Sekuritas menyoroti tiga faktor penopang prospek saham MTEL. Pertama, permintaan organik yang solid. MTEL berhasil mencatatkan penambahan sebanyak 598 penyewaan bersih hingga kuartal III-2023. Hal ini menjadikan MTEL sukses meningkatkan rasio sewa dari 1,44x pada kuartal III-2022 menjadi 1,50x pada kuartal III-2023.
Baca Juga
Asing Net Sell Rp 466 Miliar Saat IHSG Reboun, Berikut Daftar Saham Dilepas
"Hal ini membuktikan kemampuan MTEL dalam menangkap pesanan kolokasi melalui aset menara strategisnya. Kami menilai bahwa hal tersebut memperkuat keyakinan terhadap pertumbuhan rasio penyewaan menara hingga keuntungan ke depan," tulis Mandiri Sekuritas.
Aspek kedua, MTEL berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sebanyak 11% hingga kini atau bertumbuh sesuai dengan target. Hal ini menjadikan MTEL satu-satunya perusahaan menara telekomunikasi dengan tingkat pertumbuhan terkuat di Indonesia hingga September 2023.
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa pertumbuhan dua digit tersebut diprediksi terus berlanjut hingga beberapa kuartal mendatang, karena masih teruka penambahan pemsanan dari Indosat. Pertumbuhan juga didukung segmen bisnis FTTT yang diprediksi tetap kuat.
Baca Juga
Kembali Cetak Rekor, Market Cap Barito Renewables (BREN) Salip Bayan Resources (BYAN)
Ketiga, valuasi saham MTEL tergolong paling murah dibandingkan dengan saham emiten sejenis. "Kami berpendapat MTEL layak mendapatkan valuasi premium mengingat lokasi menaranya yang strategis, neraca yang kuat, dan profil pertumbuhan EBITDA yang lebih tinggi, dibandingkan perusahaan menara lainnya," jelas Mandiri Sekuritas dalam laporan risetnya.

