4 Sekuritas Ini Kompak Rekomendasikan Beli Saham Mitratel (MTEL), Simak Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id - Empat sekuritas ini kompak memberikan pandangan positif terhadap realisasi kinerja keuangan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sampai kuartal III-2024. Keempat perusahaan sekuritas tersebut juga mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL target harga bervariasi dengan potensi cuan berkisar 28-60%.
Hingga kuartal III-2024, Mitratel berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dari Rp 6,27 triliun menjadi Rp 6.81 triliun dan laba tahun berjalan dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,53 triliun sudah sesuai dengan pandangan keempat analis tersebut. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan laba per saham dari Rp 17 menjadi Rp 19 per saham.
Baca Juga
Pemodal Asing Gencar Akumulasi Mitratel (MTEL), Begini Target Harganya
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan, Mitratel berhasil mempertahankan resilent performance setelah pendapatan, EBITDA, dan laba bersih meningkat sampai September 2024 atau sesuai perkiraan.
“Kami memberikan pandangan positif terhadap focus perseroan untuk memperkuat bisnis FTTT yang diharapkan menjadi penopang pertumbuhan ke depan. Segmen ini diharapkan menyumbang sebanyak 10% terhadap total pendapatan tahun 2028,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Hal ini mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 860 per saham. Dengan harga penutupan saham Rp 625, terbuka potensi kenaikan harga saham anak usahan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini lebih dari 37,6%.
Baca Juga
Usai Tuntaskan Transformasi, Mitratel (MTEL) Beberkan Fokus Ini ke Depan
Pandangan positif kedua datang dari analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian. Menurut dia, realisasi laba bersih MTEL hingga September 2024 sudaha merelfeksikan 79% dari target Sucor Sekuritas. Pertumbuhan tersebut ditopang penambahan jumlah penyewa menara telekomunikasi perseroan dan FTT bisnis.
Dia melanjutkan, peningkatan permintaan penyewaan menara telekomunikasi oleh operator telko di luar pulau Jawa menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja. Begitu juga dengan bisnis fiber optic terus menunjukkan pertumbuhan pesat dengan permintaan tertinggi juga berasal di luar pulau Jawa.
“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih Mitratel akan terus berlanjut pada kuartal akhir tahun ini dengan target lebih dari Rp 2,1 triliun. Kenaikan didukung atas pesatnya permintaan penyewaan menara dan bisnis fiber perseroan di luar pulau Jawa,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sucor Sekuritas juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut hingga 2025. Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 800.
Baca Juga
Bakal Bagikan Spesial Dividen US$ 2,69 Miliar, Saham Adaro Energy (ADRO) Melesat
Begitu juga dengan analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset harian yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih MTEL sudah sesuai dengan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas.
“Raihan laba MTEL hingga September sudah sesuai estimasi setara dengan 71,5% dari target kami dan 71,11% dari perkiraan konsensus analis,” tulis Niko dalam riset terbarunya pekan lalu.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960 per saham.
Pandangan positif serupa terhadap kinerja keuangan Mitratel juga datang dari analis Mandiri Sekuritas Inggrid Gondoprastowo dan Jennifer Audrey Harjono. Kedua analis ini mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.000 untuk saham MTEL. Target tersebut mempertimbangkan keberhasilan Mitratel (MTEL) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sampai kuartal III-2024 sesuai estimasi.
Grafik Saham MTEL

