Begini Prospek Saham Harita Nickle (NCKL) Usai Akuisisi Dua Tambang
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berhasil menekan biaya produksi saat harga nikel tengah turun. Keberhasilan tersebut menjadikan tingkat pertumbuhan laba bersih perseroan tetap kuat hingga September 2023.
Pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat tersebut ditambah dituntaskannya akuisisi dua perusahaam tambang membuat prospek saham NCKL kian menarik. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ini.
Baca Juga
Pendapatan Trimegah Bangun (NCKL) Terbang 135%, Laba Jadi Segini
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan Senin (4/12/2023) disebutkan bahwa penurunan tajam beban produksi saat harga jual bijih nikel turun mampu untuk mengurangi dampak negative penurunan harga jual tersebut terhadap laba bersih eprseroan.
Hingga September 2023, perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 24% menjadi Rp 4,5 triliun. Angka tersebut sudah sesuai dengan perkiraan Mandiri Sekuritas dengan merefleksikan 76% dan setara dengan perkiraan konsensus analis mencapai 78%.
Lompatan laba bersih tersebut didukung pertumbuhan pesat volume penjualan FeNi sebanyak 266%, meski harga jual turun sebanyak 25% sampai kuartal III-2023.
Baca Juga
Kenaikan Produksi Lambungkan Prospek Trimegah Bangun (NCKL), Target Harganya Segini
“Ke depan, kami yakin harga jual komoditas FeNi yang masih rendah akan tertolong penurunan harga energi dan biaya bahan baku setelah terjadi penurunan harga nikel global,” terangnya dalam riset tersebut.
Selain faktor tersebut, Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan meningkatkan kepemilikan saham di PT Gane Permai Sentosa (GPS) dari semula 70% menjadi 99%. Akuisisi bernilai Rp 48,8 miliar tersebut berimbas terhadap kenaikan sumber daya dan cadangan bijih nikel perseroan.
NCKL juga menuntaskan akuisisi sebanyak 99% saham PT Gane Tambang Sentosa (GTS) yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Akuisisi senilai Rp 7,9 miliar ini akan meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel perseroan menjadi 302 juta wmt.
Baca Juga
Harga Bijih Nikel Cenderung Turun, Prospek dan Target Saham Antam (ANTM) Jadi Segini
“Dituntaskannya akuisisi kedua perusahaan tersebut, manajemen memperkirakan jangka waktu masa produksi tambangnya meningkat dari menjadi 10 tahun ini saprolite dan selama 17 tahun ini limonite,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.450. Target harga tersebut mempertimbangkan pesatnya pertumbuhan volume produksi FeNi, meskipun harga jual diprediksi tetap rendah.
Mandiri Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih NCKL menjadi Rp 5,85 triliun tahun ini dan pendapatan diharapkan melesat menjadi Rp 23,58 triliun sepanjang 2023.
