Usai BRI Danareksa, Sekuritas Ini Ikut Revisi Naik Target Kinerja Keuangan Harita Nickle (NCKL)
JAKARTA, investortrust.id – Usai BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle, giliran Sucor Sekuritas menaikkan target perolehan pendapatan dan laba bersih perusahaan ini untuk tahun 2024.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut menggambarkan pesatnya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih Harita Nickle (NCKL) hingga kuartal III-2024. Begitu juga dengan target harga saham emiten nikel di Pulau Obi ini direvisi naik.
Baca Juga
Melonjak 18%, Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Tembus Rp 20,38 Triliun
Hingga kuartal III-2024, NCKL membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 18% dari Rp 17,30 triliun menjadi Rp 20,37 triliun. Laba kepada pemilik entitas induk meningkat dari Rp 4,46 triliun menjadi Rp 4,83 triliun.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, berdasarkan data kinerka operasional dan keuangan kuat tersebut, Sucor Sekuritas memilih untuk merevisi naik target volume penjualan limotine dan pendapatan dari perusahaan patungan.
“Kami merevisi naik volume penjualan biji limonite sebanyak 20% menjadi 13 juta wmt dan pendapatan dari perusahaan patungan direivsi naik menjadi Rp 2,7 triliun tahun 2025. Revisi naik tersebut mendorong dinaikkannya target laba bersih perseroan tahun ini sebanyak 6% menjadi Rp 6,7 triliun dan sebanyak 3% menjadi Rp 8,1 triliun tahun 2025,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Target Kinerja Keuangan dan Harga Saham Harita Nickle (NCKL) Direvisi Naik, Ini Faktor Penopangnya
Meski demikian Sucor Sekuritas tetap mempertahankan target harga saham NCKL level Rp 1.220 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mengasumsikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 9,6 kali.
Sebelumnya, BRI Danareksa Skeuritas merevisi naik target laba bersih tahun ini dari Rp 5,07 triliun menjadi Rp 6,35 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 25,72 triliun menjadi Rp 26,99 triliun. Sedangkan perkiraan laba bersih tahun 2025 direvisi naik dari Rp 6,59 triliun menjadi Rp 7,89 triliun.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mempertimbangkan kuatnya volume penjualan bijih limonite dengan target 14,9 juta ton tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi 16,8 juta ton pada 2025. Peningkatan target kinerja keungan tersebut juga mempertimbangkan peningkatan pendapatan dari perusahaan patungan tahun 2024 dan 2025.
Baca Juga
Intip Target Harga Saham Summarecon (SMRA) saat Marketing Sales Turun
Dengan revisi naik target tersebut, BRI Danareksa Sekuritas akhirnya menaikkan target harga saham NCKL dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mempertimbangkan direvisi naik perkiraan kinerja keuangan NCKL tahun 2024-2025.
Tahun ini, Harita Nickel menargetkan produksi 120.000 ton kandungan nikel dalam feronikel dari smelter MSP dan HJF. Sementara itu, untuk bijih nikel kadar rendah, perusahaan mengandalkan dua refinery HPAL, yakni Halmahera Persada Lygend (HPL) dan Obi Nickel Cobalt (ONC), dengan target produksi mencapai 80.000–85.000 ton kandungan nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Grafik Saham NCKL

