Garap Proyek IKN, Saham Ciputra Development (CTRA) Berpotensi ‘Cuan’ 15%
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) direkomendasikan masuk radar beli pemodal dalam jangka panjang.
Rekomendasi buy saham CTRA diberikan oleh Analis PT Panin Sekuritas Tbk, Aqil Triyadi. Dia memasang target price Rp 1.380 untuk CTRA. Target ini mengimplementasikan price to book value 1,2 kali di 2024.
Target price terbaru saham CTRA tersebut menunjukan potential upside sekitar 15% dari posisi harga saham CTRA saat ini. Meski begitu target price Panin Sekuritas berada di bawah konsensus di level Rp 1.420 per saham.
Baca Juga
Sektor Properti Dinilai 'Overweight', Analis Jagokan Saham CTRA
Sejumlah katalis positif diyakini akan mendorong penguatan CTRA dalam jangka panjang. Salah satunya rencana peluncuran beberapa produk properti CTRA di kuartal I-2024. Paling penting tidak lain soal rencana CTRA menggarap proyek di IKN.
“Bila teralisasi, langkah akan berdampak positif secara jangka panjang bagi kinerja CTRA,’’ ulas Aqil dikutip dari riset yang diterbitkan belum lama ini.
Diketahui, CTRA akan menggarap lahan seluas 150 hektare di proyek IKN. Adapun, proyek pertama yang akan digarap di IKN rencananya berupa hotel dan MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition) hingga lapangan golf.
Saat ini, Perseroan masih melaksanakan pembicaraan mengenai penetapan lokasi di IKN. Proyek tersebut direncanakan dapat selesai dalam 3 tahun ke depan. Sementara itu, perseroan juga berencana untuk menggarap proyek rumah susun (Rusun) ASN di IKN dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Baca Juga
IHSG Dibuka Menguat, Saham Pendatang Baru Ini Pencetak Cuan Besar
‘’Proyek tersebut kami nilai cukup positif sebab beberapa perusahaan lokal juga tengah melakukan pembangunan di IKN, termasuk developer properti. Sehingga nantinya ketika IKN sudah di huni oleh masyarakat secara masif (tahap awal hanya ASN) dapat menjadi ruang pertumbuhan yang baik bagi Perseroan,’’ ulas Aqil.
Lebih lanjut, Panin Sekuritas menyebut strategi pengembangan proyek dengan skema Joint Operation menjadi strategi utama Perseroan yang dinilai cukup ampuh.
Perlu diketahui, perseroan melakukan skema Joint Operation (JO) dengan pemilik lahan yang mayoritas adalah individu, dengan keunggulan dalam hal wilayah yang fleksibel untuk dikembangkan dan tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Skema JO ini juga dapat meminimalkan belanja modal karena perseroan tidak harus melakukan akuisisi lahan. Kami menilai langkah ini agak sulit untuk diikuti oleh kompetitor sebab strategi ini membutuhkan reputasi yang telah berjalan sejak lama.
“Hingga periode September 2023, besaran kontrobusi dari proyek JO sebesar 64% dari total marketing sales dan ke depan masih berpotensi bertumbuh,’’ ulas Panin.
Katalis berikutnya datang dari insentif PPN 0% properti yang dinilai akan menguntungkan perseroan. Sebagaimana diketahui, Pemerintah kembali memberlakukan insentif PPN 0% untuk pembelian rumah tapak/rusun dengan harga jual di bawah Rp 2 miliar dan untuk harga jual Rp 2 – Rp 5 miliar akan diberlakukan PPN 0% dengan maksimal DPP sebesar Rp2 miliar, dan sisanya dikenakan pemberlakuan PPN.
Panin Sekuritas menyebut, dengan produk perumahan CTRA yang cukup banyak unit dan berada di bawah Rp 2 miliar diyakini akan mendorong kinerja marketing sales di 2024. Ditambah perseroan akan meluncurkan produk baru CitraLand Sampali Medan, Citra Garden Bintaro, dan Citra City Sentul akan mendorong kinerja, seiring dengan unit hunian yang mendapat insentif PPN 0%.
Kendati begitu CTRA memasang target marketing sales konservatif di Rp9,8 triliun untuk 2024. Target ini tidak bertumbuh dengan target marketing sales tahun 2023.

