Meski Marketing Sales Tak Sesuai Ekspektasi, Saham Ciputra Development (CTRA) Tetap Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) disebut membukukan penjualan marketing (marketing sales) property senilai Rp 1,9 triliun pada kuartal IV-2025, atau turun sebanyak 20,3% secara tahunan (yoy). Tambahan tersebut menjadikan total marketing sales tahun 2025 hanya menapai Rp 9,5 triliun.
Mandiri Sekuritas dalam riset kemarin menyebutkan bahwa realisasi berada sedikit di bawah target setelah revisi senilai Rp 10 triliu. Dengan pencapaian Rp 9,5 triliun, realisasi target hanya mencapai 95% dari proyeksi perseroan.
Baca Juga
Insentif PPN Pembelian Properti Berlanjut, Saatnya Berburu Saham CTRA, PWON, BSDE, dan SMRA?
Marketing sales kuartal terakhir tahun lalu didukung peluncuran empat proyek baru dengan total 376 unit. Namun tingkat serapan (take-up rate) tercatat relatif terbatas yakni sekitar 40% secara blended.
Dari sisi dukungan kebijakan, insentif pajak pertambahan nilai (PPN) turut memberikan kontribusi penjualan sekitar Rp 400 miliar terhadap marketing sales kuartal IV-2025 dan mencapai Rp 2,7 triliun sepanjang 2025.
“Meskipun realisasi marketing sales 2025 tidak penuhi target yang sudah direvisi, kami tetap memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli saham CTRA dengan target harga Rp 1.330,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Purbaya Perpanjang PPN DTP 100% Pembelian Rumah di 2026, Tujuan Ini Diungkap
Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun (apartemen) hingga akhir 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90 Tahun 2025 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026, yang berlaku mulai 1 Januari 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, perpanjangan insentif PPN DTP ini bertujuan menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan daya beli masyarakat, khususnya di sektor perumahan.

