Presiden akan Umumkan Kenaikan Gaji PNS dan Keterangan RAPBN 2024, Inilah Pilihan Saham Analis Rabu Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo siang ini akan menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya. Pidato pada Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2023-2024 yang akan dimulai pukul 13.30 WIB tersebut juga akan mengumumkan kenaikan gaji PNS.
Selain keterangan mengenai RAPBN RI, para pelaku pasar mencermati perkembangan bursa saham dan komoditas global. “Dari Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 361 poin (1,02%) ke 34.946, S&P 500 melemah 1,16% ke 4.438, dan Nasdaq terkoreksi 1,14% menjadi 13.631 pada perdagangan Selasa kemarin. Hal ini lantaran tertekan kekhawatiran atas keadaan ekonomi global, khususnya Tiongkok, dan pelemahan saham sektor keuangan, terutama bank-bank AS,” kata Direktur of D'Origin Financial & Business Advisory Cynthia Nadeak, Rabu (16/08/2023).
Bursa Eropa juga berakhir merosot pada Selasa kemarin, terpicu peningkatan pertumbuhan upah dari Inggris dan data mengecewakan dari Tiongkok. Sementara pasar Asia-Pasifik ditutup beragam. menyusul data ekonomi utama dari Jepang dan Tiongkok.
Dari bursa komoditas, harga minyak melemah menyusul angka ekonomi Tiongkok yang lesu diimbangi oleh Beijing yang secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakan utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan. Harga minyak mentah berjangka WTI AS turun US$ 1,32 atau 1,51% menjadi US$ 81,20 per barel. Minyak mentah berjangka Brent merosot US$ 1,04 atau 1,21% menjadi US$ 85,15 per barel.
Harga emas berjangka juga kembali anjlok, memperpanjang pelemahan emas selama sepekan berturut-turut, dan menetap di level terendah dalam lebih dari sebulan. Hal ini terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah dan nilai dolar AS menguat setelah data ekonominya dirilis.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman bulan Desember di divisi Comex New York Exchange turun sebesar US$ 8,80 atau 0,45%, dan ditutup pada US$ 1.935,20 per ons. Ini terjadi setelah mencapai harga tertinggi di US$ 1.944,0 dan terendah di US$ 1.927,50.
Sedangkan harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound, mengakhiri pelemahan yang terjadi dalam tiga hari beruntun. Kenaikan harga CPO tersebut mengikuti momentum bullish yang terjadi pada minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT). Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 terkerek 89 ringgit Malaysia menjadi 3.783 ringgit Malaysia per ton.
Harga batu bara juga terus naik dipicu belum tercapainya kesepakatan negosiasi antara pihak regulator tenaga kerja dengan komisi pekerja tentang aksi mogok kerja di tiga fasilitas gas alam cair utama di Australia. Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Agustus 2023 naik US$ 0,65 menjadi US$ 147,15 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 menguat US$ 1,15 menjadi US$ 154,65 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Oktober 2023 bertambah US$ 0,60 menjadi US$ 157,10 per ton.
Rekomendasi MNC Sekuritas
Technical analyst MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana memaparkan, IHSG di BEI kembali menguat 0,1% ke 6.915 disertai dengan peningkatan volume pembelian kemarin. Ia memperkirakan, pada skenario terbaiknya (label merah), pergerakan IHSG akan cenderung terkoreksi terlebih dahulu dengan area koreksi terdekat berada rentang 6.863-6.888 untuk membentuk bagian awal wave v. Namun demikian, tetap perlu dicermati support di 6.834, apabila kembali tertembus, IHSG akan menuju ke rentang area 6.793-6.800 untuk membentuk wave iv pada label hitam. “Support indeks 6.834, 6.798 dan resistance 6.934, 6.966,” paparnya Rabu (16/08/2023) pagi.
Berikut rekomendasi saham MNC Sekuritas:
DGIK
DGIK telah menguat 0,9% ke Rp 113 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu bergerak di atas Rp 110 sebagai stop lossnya, maka posisi DGIK saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [i] dari wave C.
Spec Buy: Rp 111-113
Target Price: Rp 121, Rp 134
Stop loss: below Rp 110
DOID
DOID menguat 1% ke Rp 392 disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatan DOID masih tertahan oleh MA20. Selama DOID masih mampu bergerak di atas Rp 376 sebagai stop loss-nya, maka posisi DOID saat ini sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: Rp 384-390
Target Price: Rp 404, Rp 418
Stop loss: below Rp 376
ESSA
ESSA terkoreksi 0,8% ke Rp 655 disertai dengan munculnya volume penjualan. Diperkirakan, posisi ESSA saat ini masih berada pada bagian dari wave [b] dari wave A, sehingga ESSA masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: Rp 535-605
Target Price: Rp 690, Rp 785
Stop loss: below Rp 480
MDKA
MDKA terkoreksi 1,5% ke 3.210 dan masih didominasi oleh volume penjualan. Kami perkirakan, posisi MDKA saat ini masih berada pada bagian dari wave B dari wave (B), sehingga MDKA masih rawan koreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: Rp 3.010-3.130
Target Price: Rp 3.370, 3.740
Stop loss: below Rp 2.850. (Disclaimer on)

