Diancam Delisting, Manajemen Jaya Bersama (DUCK) Ungkap Hal Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) mengungkapkan pembenahan operasional dan perencanaan peningkatan kinerja keuangan masih tahap finalisasi. Tahapan ini disebut masih membutuhkan beberapa bulan ke depan agar terealisasi.
Pengelolaan restoran Duck King ini menyebutkan bahwa rencana rencana yang dimaksud terdiri atas renovasi maupun perbaikan cabang-cabang perseroan. Perbaikan kinerja juga dilakukan dengan pembukaan cabang baru di luar kota Jakarta dengan menggandeng mitra baru.
Baca Juga
Target Harga Menggiurkan, Saham Cisarua Mountain (CMRY) Didukung Faktor Ini
Dirut Jaya Bersama Indo (DUCK) Limpa Itsin Bachtiar mengatakan, renovasi dan perbaikan cabang-cabang restoran The Duck King sudah on progress dengan konsep bekerja sama dengan pendiri.
Tak hanya itu, dia mengatakan, perseroan tengah mempersiapkan pembukaan cabang di luar kota Jakarta dengan menggandeng mitra melalui operasi bersama atau joint operation.
“Pembukaan gerai dengan konsep joint operation sudah dalam pembicaraan tahap final. Dengan cabang tersebut diharapkan menjadi booster penjualan perseroan ke depan,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/9/2023).
Baca Juga
Perkembangan operasional tersebut tersebut sebagai tanggapan atas adanya potensi delisting saham DUCK dari BEI setelah saham ini mengalami suspensi dalam 24 bulan lebih.
BEI menyebutkan bahwa suspense perdagangan saham DUCK telah dilakukan lebih dari 24 bulan hingga 30 Agustus 2023.
Sedangkan struktur pemegang saham DUCK berdasarkan data per 31 Desember 2021 terdiri atas PT Asia Kuliner Sejahtera 6,39%, BBH Luxembourg 6,60%, Itek Bachtiar 0,0024%. Sedangkan mayoritas atau mencapai 86,99% saham dikuasai investor publik.

