Ternyata Ini Penyebab Laba Amman Mineral (AMMN) Rontok 78%
JAKARTA, investortrust.id – Produsen tembaga dan emas yang juga merupakan anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan kinerja semester I-2023 dengan meraih laba bersih US$ 122,42 juta, turun 78% secara year on year.
Pada semester I-2022, laba bersih AMMN tercatat tercatat sebesar US$ 565,19 juta. Penurunan laba bersih sejalan dengan margin laba bersih yang turun menjadi 21%, dibandingkan semester I-2022 yang tercatat 41%.
Anjloknya profitabilitas AMMN seiring juga dengan perolehan penjualan bersih yang turun 58% menjadi US$ 581 juta, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar IS$ 1,39 miliar.
Baca Juga
Harum Energy (HRUM) Kucurkan Pinjaman ke Perusahaan Assosiasi US$ 90 Juta
Vice President Corporate Communications & Investor Relations AMMN, Kartika Octaviani menyampaikan, turunnya kinerja Perseroan di semester I-2023 disebabkan adanya penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan pada periode tersebut karena berakhirnya izin ekspor AMNT pada Maret 2023.
‘’Konsentrat tersebut disimpan di gudang penyimpanan hingga izin ekspor baru diberikan pada Juli 2023,’’ paparnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/9/2023).
Setelah izin terbit, AMMN menyebut berhasil menjual persediaan empat bulan dalam waktu enam minggu. ‘’Terdapat peningkatan harga jual rata-rata tembaga di semester I-2023 dibanding semester I-2022 dari US$4,23 per pon menjadi US$4,48 per pon (bersih), sedangkan untuk emas meningkat dari US$1,852 per ons menjadi US$2,004 per ons (bersih),’’ tuturnya.
Baca Juga
Dikendalikan Komut Usia 21 Tahun, Jhonlin Agro (JARR) Ungkap Rencana Merger
Penurunan laba bersih dikatakan Kartika juga dipengaruhi oleh penundaan ekspor konsentrat.
Ke depan Manajemen AMMN berharap dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik, terlebih setelah menerima izin ekspor.
‘’Kami segera melanjutkan penjualan konsentrat dari inventaris kami dan menyelesaikan pengapalan pertama kami pada bulan Juli 2023. Untuk target hingga akhir 2023, kami menetapkan target produksi 610000 metrik ton kering konsentrat,’’ imbuhnya.

