Indika Energy (INDY) Dirikan Cucu Usaha Bidang Perdagangan Komoditas Perkebunan
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan dan investasi milik konglomerat muda Agus Lasmono Sudwikatmono, PT Indika Energy Tbk (INDY) mengumumkan pendirian PT Laras Ekosistem Organik (PT Laras) melalui dua anak usahanya yaitu, PT Indika Multi Properti (IMP) dan PT Indika Inti Corpindo (IIC).
Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono, mengatakan, PT Laras akan melakukan kegiatan usaha aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan besar kopi, teh dan kakao.
‘’Akta pendirian PT Laras dilakukan oleh IMP dan IIC pada tanggal 1 November 2023, dinyatakan dihadapan anak-anak perusahaan Perseroan yang secara langsung maupun tidak langsung dimiliki Ungke Mulawanti, SH., M.Kn., Notaris di Bekasi,’’ urai Adi dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Senin, (6/11/2023).
Baca Juga
Program RST Bergulir, Rumah Kurang Layak Huni dapat Bantuan Renovasi Rp 20 Juta
Lebih lanjut dikatakan, PT Laras telah mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik melalui Surat Keputusan No. AHU-0083552.AH.01.01.TAHUN 2023 tanggal 2 November 2023,’’ urai Adi.
Adapun struktur kepemilikan modal PT Laras yaitu IMP sebesar Rp14,99 miliar atau menguasai 99,99% saham PT Laras, sementara IIC sebesar Rp 1 juta atau dengan kepemilikan sekitar 0,01% atas saham PT Laras. Sehingga total PT Laras Rp 15 miliar.
‘’Penyertaan saham IMP dan IIC dalam PT Laras merupakan kelanjutan langkah Perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha di sektor solusi berbasis alam,’’ imbuhnya.
Baca Juga
Menkeu Sebut Insentif Properti Sasar Pemilik Tabungan di Atas Rp 500 Juta
Sebelumnya INDY mengumumkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 104.9 juta, sekitar 1,62 triliun (kurs Rp 15.500) per September 2023 atau kuartal III-2023.
Sebagian besar dana belanja modal atau sekitar 77% digunakan INDY untuk pengembangan bisnis non batu bara, termasuk Indika Minerals (terutama pada proyek Awakmas) sebesar US$ 54,4 juta, Ilectra Motor Group (IMG) sebesar US$ 6,6 juta, dan Indika Nature sebesar US$ 9,5 juta.
“Indika Energy fokus untuk berinvestasi dan mendiversifikasi portofolio bisnisnya ke sektor non batu bara. Pada periode September 2023, Indika Energy mencatatkan 77% belanja modal yang dialokasikan untuk pengembangan bisnis mineral, kendaraan listrik, dan nature-based solutions. Keberlanjutan akan terus menjadi landasan utama dalam seluruh kegiatan usaha dan operasional kami sepanjang tahun 2023 dan ke depannya,” tutur Manajemen INDY.

