Anak Usaha Indika Energy (INDY), Rukun Raharja (RAJA) dan Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Kembangkan ‘Compressed Bio Methane’
JAKARTA, investortrust.id - PT Energasindo Heksa Karya, perusahaan distribusi gas Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan Tokyo Gas, lalu PT Tripatra Engineering yang merupakan anak perusahaan PT Indika Energy Tbk, serta PT Pasir Tengah yang merupakan anak usaha PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) kerja sama pengembangan Compressed Bio Methane (CBM).
Kerja sama strategis ini bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi CBM yang berasal dari limbah organik dari peternakan sapi milik PT Pasir Tengah di Cianjur, Jawa Barat. Dari studi kelayakan yang dilakukan, kerja sama ini diperkirakan akan menghasilkan CBM sebesar 300 mmbtud (million british thermal unit per day) hingga 600 mmbtud.
Gas metana akan diambil dari limbah organik dan dimurnikan menjadi biometana. Langkah ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menyediakan alternatif energi yang lebih bersih daripada bahan bakar fosil, terutama bagi pelanggan di Jawa Barat.
Inisiatif ini bertujuan untuk memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari limbah organik dari peternakan PT Pasir Tengah di Jawa Barat. Perjanjian kerja sama para pihak ini mencakup studi kelayakan untuk produksi biogas dan pembentukan kredit karbon.
Baca Juga
Mulai Produksi 2025, PGAS Ungkap Potensi Bisnis Jumbo Biometana Sawit
Sebagai perusahaan distribusi gas swasta, PT Energasindo Heksa Karya ingin membangun rantai nilai dari produksi biometana hingga memasok ke pelanggan dengan memanfaatkan pengalamannya dalam menjual gas alam melalui pipa gas dan compressed natural gas (CNG) di Indonesia.
“Studi kelayakan yang kami lakukan tahun lalu di wilayah yang sama telah menunjukkan potensi yang signifikan untuk pengembangan biogas. Kami berharap dapat memulai proyek CBM ini dalam enam bulan ke depan dan pembangunan infrastruktur akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2025. Ini merupakan langkah penting bagi EHK dan mitra kami dalam kontribusi kami terhadap energi bersih dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT Energasindo Heksa Karya, Agustinus Hendrayana dalam pernyataan yang diterima Sabtu (28/4/2024).
Presiden Direktur & CEO Tripatra Raymond Naldi Rasfuldi mengatakan, pihaknya sebagai salah satu penyedia solusi berbasis rekaya di Indonesia untuk sektor energi dan hilir, memanfaatkan keahliannya dalam rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), dan manajemen proyek, untuk membangun fasilitas pengolahan energi ramah lingkungan.
Sementara PT Pasir Tengah sebagai salah satu perusahaan pemilik peternakan sapi di Jawa Barat, akan memimpin upaya pemanfaatan limbah organik berupa kotoran ternak secara efektif. Secara internal, PT Pasir Tengah telah memanfaatkan limbah organik untuk memproduksi pupuk organik. Lebih lanjut, perusahaan juga membuka peluang dalam memasok dan mengolah limbah organik ini sumber energi rendah karbon ke industri energi, demikian disampaikan Direktur Utama PT Pasir Tengah, Heri Prasojo.

