Bagikan

Top! Saham Bank Mandiri (BMRI) Cetak ATH Lima Hari Berturut-turut

JAKARTA, investortrust.idPT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali melesat hingga mencapai level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah saham bank pelat merah ini kembali torehkan penguatan pada penutupan perdagangan saham Rabu (7/2/2024).

Catatan ATH ini merupakan hari kelima beruturut-turut bagi perseroan. Lonjakan harga tersebut juga didukung massifnya aksi beli saham BMRI oleh investor asing dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini,  saham BMRI ditutup menguat Rp 100 (1,46%) menjadi Rp 6.950. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 6.850-6.950. 

Baca Juga

Penguatan Berlanjut, Bank Mandiri (BMRI) Kembali Cetak ATH

Sedangkan terhitung sejak akhir tahun 2023 hingga penutupan perdagangan saham hari ini, saham BMRI telah melambung dari level Rp 6.050 menjadi Rp 6.950 atau telah melesat 14,87%.

Dengan penguatan harga tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) BMRI meningkat menjadi Rp 642,17 triliun. Market cap perseroan kini terpaut rendah dari market cap emiten posisi keempat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bernilai Rp 655,82 triliun.

Meski telah mencatatkan penguatan dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah sekuritas masih mempertahankan rekomendasi saham BMRI dengan target harga masih menggiurkan. Di antaranya, Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas telah merevisi naik target harga saham BMRI didukung kuatnya performa keuangan sepanjang tahun 2023.

Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih diperkirakan BMRI mencapai 11% dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kredit yang kuat bersamaan dengan NIM stabil. 

Baca Juga

Terus Melaju! Bank Mandiri Gapai Laba Bersih Rp 55,1 Triliun di Tahun 2023

Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 7.600. Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi perseroan menjadi bank teratas untuk penyaluran kredit korporasi dan komersial. 

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano merevisi naik target saham BMRI dari semula Rp 7.300 menjadi Rp 7.600. Revisi tersebut merefleksikan nilai wajar PBV 2,5 kali sejalan dengan ekspektasi ROE lebih tinnggi. 

Revisi naik target juga mempertimbangkan peningkatan target laba bersih tahun ini menjadi Rp 57,7 triliun oleh BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peningkatan pendapatan non operasional bersamaan dengan penurunan biaya provisi. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024