Penguatan Berlanjut, Bank Mandiri (BMRI) Kembali Cetak ATH
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali mencetak level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH). Pencapaian ATH ini telah berlangsung dalam tiga hari berturut-turut.
Lompatan harga tersebut sejalan dengan penguatan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/2/2024). IHSG BEI menguat sebanyak 48,79 poin (0,68%) menjadi 7.247,41.
Berdasarkan data BEI, saham BMRI ditutup naik Rp 25 (0,37%) menjadi Rp 6.850. Saham BMRI bergerak dalam rentang Rp 6.775-6.925.
Baca Juga
Sebelumnya, riset terbaru Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas telah merevisi naik target harga saham BMRI didukung kuatnya performa keuangan sepanjang tahun 2023.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih diperkirakan BMRI mencapai 11% dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kredit yang kuat bersamaan dengan NIM stabil.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 7.600. Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi perseroan menjadi bank teratas untuk penyaluran kredit korporasi dan komersial.
Baca Juga
Saham Bank Mandiri (BMRI): Diborong Investor Asing hingga Kembali Cetak ATH
Revisi naik saham BMRI juga diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano. Target saham BBRI direvisi naik dari semula Rp 7.300 menjadi Rp 7.600 oleh BRI Danareksa Sekuritas. Revisi tersebut merefleksikan nilai wajar PBV 2,5 kali sejalan dengan ekspektasi ROE lebih tinnggi.
Revisi naik target juga mempertimbangkan peningkatan target laba bersih tahun ini menjadi Rp 57,7 triliun oleh BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peningkatan pendapatan non operasional bersamaan dengan penurunan biaya provisi.

