Listing di Bursa, Saham Lovina Beach (STRK) Langsung Jebol ARA
JAKARTA, investortrust.id – Produsen minuman beralkohol, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) resmi mencatatkan (listing) sebanyak 1,18 miliar lembar saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/10/2023).
Debut perdana saham STRK terpantau pukul 09.01 WIB berada di level Rp 135, menguat 35% dari harga perdana Rp 100 per saham. Artinya saham ini langsung menyentuh batas kenaikan tertinggi, atau auto reject atas (ARA) 35%.
Sebelum listing, STRK melakukan serangkaian proses initial public offering (IPO). Setelah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 29 September 2023, perusahaan melakukan masa penawaran umum perdana saham pada 03 – 06 Oktober 2023.
Baca Juga
Penawaran saham STRK mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 152 kali dari nilai penjatahan terpusat. PT Artha Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini.
Selain penerbitan saham baru, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi calon investor yang membeli saham pada Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan ini.
Setiap pemegang 100 saham baru Perseroan berhak memperoleh 275 waran, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 1 tahun sejak pencatatan. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 250 per lembar.
Baca Juga
Manajemen STRK mengatakan, dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan seluruhnya oleh pemegang saham sebesar Rp811,25 miliar, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan dan anak perusahaan untuk modal kerja. Masa pelaksanaan waran mulai tanggal 10 April 2024 sampai dengan 9 Oktober 2024.
Sementara dana yang diperoleh dari hasil IPO ini sebesar Rp118 miliar rencananya sekitar 54,73% akan digunakan dalam bentuk penyetoran modal kepada anak perusahaan dengan rincian sekitar 56% untuk untuk pembelian peralatan mesin canning dan tangki untuk produksi beer dan spirit.
Kemudian sekitar 24% digunakan untuk program Research and Development dalam pengembangan kategori produk baru dan untuk pengembangan sumber daya manusia terkait dengan produk baru, sekitar 20% digunakan untuk biaya operasional dan/atau modal kerja anak perusahaan. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Direktur Utama STRK, Bona Budhisurya, menjelaskan IPO merupakan salah satu langkah yang dilakukan guna untuk Perseroan dalam mengembangkan usaha Perseroan ke depan, agar target yang telah ditetapkan oleh Perseroan dapat terealisasi.
“Dengan diperolehnya dana dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, yang akan digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana oleh Perseroan maupun anak perusahaan, produksi maupun distribusi produk Perseroan akan meningkat,’’ paparnya.
Dikatakan, pengembangan yang akan dilakukan oleh Perseroan tersebut akan menopang penjualan Perseroan ke depannya yang pada akhirnya akan meningkatkan laba Perseroan di masa yang akan datang. Selain itu dengan diperolehnya dana hasil IPO, Perseroan akan memiliki struktur permodalan yang semakin sehat.

