Harga Saham Dibuka Langsung ARA, Ternyata Begini Kinerja Lovina Beach (STRK)
JAKARTA, Investortrust.id – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) berhasil mencatatkan lompatan harga saham hingga auto reject atas (ARA) pada pembukaan perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/10/2023). Ternayata kinerja keuangan perseoran bertumbuh pesat hingga Maret 2023.
Berdasarkan data BEI, saham STRK dibukan melambung hingga ARA senilai Rp 35 (35%) menjadi Rp 135 pada perdagangan perdana hari ini.
Baca Juga
Listing di Bursa, Saham Lovina Beach (STRK) Langsung Jebol ARA
Lovina Beach adalah perusahaan yang menjadi salah satu pelopor dalam industri craft beer di Indonesia yang kegiatan usaha utamanya mendistribusikan minuman alkohol. Perseroan melalui anak perusahaan juga memproduksi minuman alkohol mulai dari proses awal brewing, distilling hingga menjadi produk minuman alkohol yang siap untuk didistribusikan.
Perseroan mendistribusikan produk-produk ke berbagai tempat di wilayah Bali dan Jakarta baik melalui penjualan secara langsung ke hotel, restoran dan bar serta konsumen akhir maupun sub distributor. Sedangkan distribusi di luar wilayah Bali dan Jakarta dilakukan melalui jaringan sub distributor.
Berdasarkan data kinerja keuangan yang disampaikan dalam prosepktus terungkap bahwa penjualan perseroan melambung menjadi Rp 15,18 miliar hingga Maret 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5,60 miliar. Laba bersih periode tahun berjalan juga melesat menjadi Rp 19,49 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 437,06 juta.
Baca Juga
Produksi RI Bisa Naik 80 Kali, Korsel Bantu Pembiayaan Rp 15,7 Triliun dan Teknologi Pertanian
Terkait prospek bisnis minuman beralkohol di Indonesia, manajemen perseroan dalam prosepektsu menilai, bir dan wine merupakan dua produk minuman beralkohol paling besar pangsa pasarnya di Indonesia. Nilai pasar wine di Indonesia diperkirakan mencapai $12,3 milliar pada 2023 dan nilai pasar bir mencapai $1,45 milliar. Rata-rata pertumbuhan penjualan kedua minuman beralkohol tersebut diperkirakan mencapai 5,41% per tahun untuk periode 2023 – 2027.
Peningkatan penjualan minuman tersebut, ungkap prospectus, didukung atas peningkatan jumlah wisatawan asing ke Indonesia. Peningkatan turis asing tersebut akan membuat tingkat penjualan minuman mengandung alcohol melalui sektor akomodasi, makan dan minum meingkat ke depan.
Baca Juga
Peningkatan kunjungan wisatawan manca negara searah dengan peningkatan penjualan minuman beralkohol di Bali, penjualan minuman beralkohol di Provinsi Bali mengalami peningkatan sebesar 24,84% menjadi Rp 754,24 milliar pada 2022, dibandingkan dengan Rp 604,14 milliar pada 2021.
Terkait kebijakan dividen, manajemen perseroan menyebutkan, sebesar-besarnya 20% dari laba bersih konsolidasian setia tahun.
Perseroan sebelumnya telah berhasil menuntaskan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak 1,18 miliar saham. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 100, sehingga total dana yang diraup Rp 118 miliar.
Perseroan nantinya akan memanfaatkan sebesar 54,73% dana hasil IPO saham tersebut untuk setoran modal kepada anak usaha PT Lovina Industri Sukses yang kemudian dimanfaatkan untuk riset pengembangan produk, pembelian peralatan mesin, dan biaya operasional. Sedangkan sisa dana IPO akan digunakan perseroan sebagai modal kerja.

