Saham Tembus ARA Lagi, Lovina Beach (STRK) Ungkap Strategi Perluas Pasar Ekspor
JAKARTA, Investorstrust.id – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) tengah melakukan penjajakan untuk merambah tujuan ekspor baru diantaranya, Singapura, Hongkong dan Jepang.
Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya, mengatakan, saat ini pihaknya sudah masuk ke sejumlah negara, yaitu, Amerika Serikat dan Australia.
“Kami baru masuk kembali di kedua negara tadi pasca pandemi, sebelum pandemi produk-produk kami sudah pernah masuk ke sana,” papar Bona kepada Investortrust, ditemui usai pencatatan perdana saham STRK di Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/10/2023).
Khusus di dalam negeri, produk-produk minuman beralkohol yang diproduksi dan didistribusikan STRK telah merambah seluruh negeri.
Baca Juga
Listing di Bursa, Saham Lovina Beach (STRK) Langsung Jebol ARA
“Kemarin saya juga baru dari Jepang bawa sampelnya, mereka bilang kalau dengar Bali tuh pasti spesial ya. Jadi kita coba masuk ke sana dan juga (akan ekspor) sebanyak mungkinlah pasti,” tuturnya.
Upaya memperluas pasar ekspor diyakini akan berdampak pada kinerja STRK. Tahun ini kata Bona pihaknya optimistis membukukan pendapatan Rp 50 miliar.
Selain memburu kontribusi pasar ekspor, STRK berupaya menjaga komposisi kontribusi penjualan dari produk bir dan soju. “Saat ini kontribusi penjualan relatif seimbang antarabir dan soju. Setiap tahun kita jaga begitu,” kata Bona.
Dia mengklaim, produk soju dari Lovina Beach cukup favorit bagi konsumen, apalagi pihaknya terus berinovasi dan menjaga mutu produk, sehingga tidak kalah bersaing dengan produk minuman impor.
“Kita juga akan membuat soju berkualitas selain itu minuman ini digemari karena drama Korea begitu diminati di Indonesia. Makanya nanti rasa soju kami akan kita bikin premium dan bener-bener rasanya seperti soju Korea,” tutup Bona.
Baca Juga
Harga Saham Dibuka Langsung ARA, Ternyata Begini Kinerja Lovina Beach (STRK)
Sebagaimana diketahui, STRK telah mencatatkan (listing) sebanyak 1,18 miliar lembar saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/10/2023).
Debut perdana saham STRK kemarin, langsung menguat 35% ke level Rp 135, dari harga perdana Rp 100 per saham. Artinya saham ini langsung menyentuh batas kenaikan tertinggi, atau auto rejection atas (ARA) 35%.
Penguatan saham STRK masih berlanjut pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (11/10/2023). Terpantau saham STRK mengalami penguatan sebesar 35% ke level 182 per lembar saham atau kembali menyentuh ARA. (Sivana Zahla Putri Ritonga/CR-5)

