Mitratel (MTEL) Kembali Akuisisi 803 Menara, Manajemen Ungkap Keunggulan Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel kembali mengakuisisi sebanyak 803 menara milik PT Gametraco Tunggal ebrnilai Rp 1,75 triliun. Menara yang diakusisi memiliki keunggulan dengan jumlah 1.327 penyewa dan diharapkan berkontribusi senilai Rp 180-190 miliar terhadap pendapatan tahunan ke depan.
Manajemen dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa dari 803 menara yang diakuisisi ini, sekitar 70% atau mencapai 562 menara berada di luar Pulau Jawa. Sedangkan sisanya atau sebanyak 241 menara berlokasi di Pulau Jawa.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Akuisisi Fiber Optik 967,1 Km, Nilainya Segini
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa komposisi tambahan aset ini menegaskan komitmen MTEL untuk menjadi mitra strategis industri operator telekomunikasi dalam menggelar ekspansi ke seluruh negeri. Sedangkan dalam akuisisi aset, perseroan mengutamakan aset-aset yang bisa langsung berkontribusi terhadap kinerja keuangan, seperti 803 menara ini bakal menambah pendapatan berkisar Rp 180-190 miliar per tahun.
“Memperluas pangsa pasar ke luar Pulau Jawa menjadi agenda strategis sejumlah perusahaan operator telekomunikasi. Ekspansi tersebut sejalan dengan peningkatan kebutuhan internet di berbagai daerah, seiring meratanya pertumbuhan ekonomi. Sebagai pemain utama di bisnis ini dan bagian dari BUMN, tentu kami harus berada di garda terdepan dalam membantu ekspansi mereka,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko ujarnya di Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Theodorus Ardi menambahkan, perseroan akan terus menambah aset, baik berupa menara maupun fiber optik. Termasuk mengakuisisi aset yang dilepas (divestasi) operator telekomunikasi. Sebelumnya, pada akhir September 2023, MTEL juga telah menuntaskan pembelian puluhan menara yang mayoritas berlokasi di Pulau Sumatera.
“Kami meyakini bahwa lanskap bisnis industri telekomunikasi ke depan akan ditandai dengan divestasi menara dan fiber optik milik industri MNO. Mereka melakukan itu karena ingin lebih fokus pada inovasi produk yang memberikan nilai tambah dan pemenuhan kebutuhan konsumen. Perubahan ini tentu menjadi peluang bagi Mitratel untuk menjadi partner strategis dan tumbuh bersama mereka,” kata Teddy, sapaan akrab Theodorus.
Baca Juga
Hingga kuartal III-2023, MTEL mencatatkan kepemilikan 37.091 menara, bertambah 5,8%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35.051 menara. Sementara jumlah kolokasi melonjak 21% menjadi 18.613 dari sebelumnya 15.339 kolokasi (yoy). Mitratel juga berhasil memperpanjang serat optik dari sebelumnya hanya 5.872 Km menjadi 29.042 Km.
Teddy menjelaskan pembelian 803 menara ini bernilai strategis bukan hanya karena posisinya yang mayoritas berada di luar pulau Jawa. Yang tidak kalah penting, ada tambahan 1.327 tenant baru yang menjadi bagian dari menara tersebut. “Selain menguatkan Mitratel sebagai tower provider yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, akuisisi ini juga meningkatkan tenancy ratio,” kata Teddy.

