Akuisisi Menara dan Fiber Optik Rp 1,86 Triliun, Saham Mitratel (MTEL) Kian Menarik
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) kembali menuntaskan ekspansi bisnis dengan mengakuisisi sebanyak 803 menara dan fiber optic sepanjang 967,1 km. Dua aset tersebut mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan perseroan pada kuartal akhir tahun ini.
Ekspansi bisnis tersebut dinilai sejumlaha analis seabgai katalis positif penguat fundamental perseroan, termasuk prospek saham MTEL ke depan.
Akhir bulan lalu, MTEL sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara telah mengumumkan akuisisi 803 menara dari PT Gametraco Tunggal dengan nilai transaksi Rp 1,75 triliun. Perseroan juga telah mengakuisisi fiber optic milik PT Power Telecom sepanjang 967,1 km setara dengan billable length 1.144,7 km dengan nilai Rp 85 miliar. Total dana yang digelontorkan untuk kedua aksi ini mencapai Rp 1,86 triliun.
Baca Juga
RUPSLB Tetapkan Susunan Dewan Komisaris, Mitratel (MTEL) Optimistis Tumbuh Double Digit
Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi menilai, aksi tersebut merupakan strategi MTEL untuk mengoptimalkan serapan belanja modal (capex) di penghujung tahun dan bagian dari upaya memperkuat posisi MTEL di segmen menara telekomunikasi dan fiber optic. Apalagi perseroan masih memiliki ruang ekspansi yang besar.
Besarnya ruang ekspansi terlihat dari serapan capex perseroan hingga kuartal III-2023 baru mencapai 60% dari target. “Jika melihat realisasi capex, MTEL masih memiliki anggaran sekitar Rp 2,8-3 triliun yang siap digunakan untuk mempercepat pertumbuhan dengan memperkuat posisinya di sektor menara maupun fiber optik” kata Aqil.
Dia menilai, strategi MTEL tersebut tepat untuk memperkuat portofolio menara maupun fiber guna menopang pertumbuhan kinerja berkelanjutan ke depan.
Baca Juga
Pandangan serupa juga diungkapkan analis Philip Sekuritas Edo Ardiansyah. Menurut dia, penambahan jumlah menara dan fiber optik yang agresif oleh MTEL dapat memperluas jangkauan jaringannya.
Sedangkan dari posisi arus kas yang kuat, dia mengatakan, perseroan memiliki kemampuan besar untuk melanjutkan akuisisi sejumlah aset dari para operator dan kompetitor.
Valuasi Murah
Saat ini, sejumlah operator telekomunikasi tengah mengincar perluasan jangkauan internet ke luar Jawa dan MTEL memiliki portofolio yang paling besar sehingga terbuka penguatan fundamentalnya.
“Valuasi masih murah, ada dorongan positif untuk kinerja fundamental serta momentum akhir tahun adanya potensi window dressing. MTEL punya kans kuat menjadi saham yang terimbas positif dengan adanya window dressing apalagi sejauh ini secara fundamental, MTEL adalah outperformer di sektornya” tambah Edo.
Baca Juga
Fokus pada FMC dan Data Center, Telkom (TLKM) Pastikan Transformasi 5 Bold Moves Berjalan Lancar
Sucor memproyeksi outlook MTEL di 2024 tetap cerah dengan tingkat pertumbuhan pendapatan terbuka lebar. Faktor pendukungnya bersal dari penambahan menara secara agresif, posisi neraca yang kuat untuk menopang ekspansi, dan perluasan ekspansi ke luar. Jawa.
Secara khusus, Sucor memproyeksi pendapatan dari serat optik tahun ini bakal mencapai Rp 200 miliar dan diprediksi tumbuh 30% pada tahun depan sejalan dengan penambahan jaringan. Baru-baru ini, MTEL mengakusisii 967 kilometer jaringan serat optik milik PT Power Telecom senilai Rp85 miliar. Tambahan jaringan tersebut melengkapi total jaringan serat optik MTEL menajdi 13.368 km, melampaui target 13.000 km yang ditetapkan manajemen MTEL.

