Teknikal Saham Mitratel (MTEL) Cenderung Naik, Berikut Target Konsensus Analis
JAKARTA, Investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau (Mitratel) sukses menguat sebanyak 4,95% menjadi Rp 745 pada perdagangan hari terakhir pekan lalu. Secara teknikal, penguatan tersebut membuka signal uptrend atas saham ini.
Pada Jumat (25/8/2023), saham MTEL naik 30 poin (4,95%) menjadi Rp745. Kenaikan harga diikuti dengan peningkatan volume perdagangan menjadi 69,32 juta dengan nilai Rp 51,01 miliar. Angka tersebut menjadi volume harian terbesar dalam sepekan.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi, Pantau BTPS, DOID, dan JPFA
Sedangkan secdara teknikal, saham MTEL tengah membentuk signal uptrend yang tercermin signal garis MA50 hampir memotong MA100. Signal ini diperkuat dengan peningkatan volume pembelian saham tersebut pada perdagangan hari terakhir pekan lalu.
Tim Analis MNC Sekuritas pada pekan lalu menetapkan harga MTEL jangka pendek kisaran Rp 750-770. Target ini merupakan level resistance MTEL terdekat. "Stoploss below Rp 675," tulis riset MNC Sekuritas.
Sementara itu, konsensus analis Bloomberg menetapkan rekomendasi saham MTEL dengan target konsensus Rp 915.
Baca Juga
Target tersebut menyimpan potensi terhadap penugatan saham MTEL sekitar 22,82%, dibandingkan har penutupan akhir pekan lalu.
Berikut target harga saham MTEL dari beberapa sekuritas, yaitu Nomura mematok target harga paling tinggi, yakni Rp 1.250 dan Bahana Sekuritas mematok target Rp 870. BRI Danareksa Sekuritas memberikan target Rp 930 dan Maybank Kim Eng dengan target Rp 950.
Pertumbuhan Laba
Hingga semester I-2023, Mitratel meraih laba bersih Rp 1,02 triliun atau meningkat 14,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 892 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan jumlah tenant, monetisasi bisnis serta peningkatan efisiensi kinerja perusahaan.
Perseroan juga mencatatkan pendapatan pada periode Semester I-2023 sebesar Rp 4,13 triliun tumbuh 10,8%. Segmen sewa menara memiliki kontribusi terbesar terhadap pendapatan sebesar 83,2%.
Baca Juga
IHSG Diramal Rebound, Cermati Saham AGII, DOID, PNLF, dan TKIM
Mitratel hingga Semester I-2023 memiliki 36.719 menara meningkat 27,6% dari periode yang sama tahun lalu. Terdapat penambahan menara baru sejumlah 1.301 yang mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dengan kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Sejalan dengan peningkatan jumlah menara, jumlah tenant meningkat 24,6% menjadi 54.718 tenant.
Lokasi menara telekomunikasi Mitratel sebanyak 15.354 di Jawa dan 21.365 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. Dari sisi tenancy, penambahan tenant di luar jawa sebesar 26%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 22%.
Pada akhir Juni 2023 total aset fiber optic Mitratel tercatat 27.269 km termasuk hasil dari akuisisi fiber sepanjang 6.012 km pada akhir 2022. Hal ini menjadi pendorong penambahan pendapatan sebesar Rp86 miliar dari bisnis tower fiberization.

