Dua Sekuritas Ini Patok Tinggi Target Saham Mitratel (MTEL), Berikut Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Mengamati pergerakan harga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, sejumlah sekuritas menyematkan rekomendasi beli. Bahkan, dengan target harga lebih tinggi dari posisi sebelumnya.
Optimisme pelaku pasar terhadap prospek saham MTEL dipicu oleh laporan keuangan 2023 yang tumbuh mengesankan dan rencana bisnis ke depan yang bakal kecipratan rezeki dari agenda ekspansi operator telekomunikasi ke sejumlah daerah rural di luar Jawa.
Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga menuju Rp 1.000. Dengan harga penutupan kemarin Rp 625, terbuka peluang kenaikan sahamnya sebanyak 60%.
Baca Juga
Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 2,01 Triliun, Manajemen Mitratel (MTEL) Ungkap Hal Ini
Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan target harga tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini. Target tersebut juga mengasumsikan nilai dividen tahun buku 2023 diperkirakan sama dengan dividen tahun buku sebelumnya.
Analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja, Danif Nouval Esfandiari, dan Kresna Hutabarat mengatakan, potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan MTEL terungkap dari penjelasan manajemen MTEL saat menghadiri Mandiri Investment Forum 2024.
Manajemen MTEL dalam panduan kinerja operasional dan keuangan mengungkapkan bahwa perseroan akan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 5,6 triliun tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai ekspansi organik dan non organik.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Masuk Indeks LQ45, Begini Dampaknya terhadap Target Harga
Dengan target tersebut, Mitratel (MTEL) optimistis terhadap pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang kuat sepanjang tahun ini. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan target penambahan sebanyak 4.000 penyewa melalui pemesanan 1.000 BTS dan tambahan 3.000 kolokasi. Pertumbuhan juga diharapkan melalui rencana penambahan jaringan fiber optik sepanjang 10 ribu km.
Terkait bisnis menara telekomunikasi, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Mitratel telah mengamankan order penyewaan sebanyak 800 BTS dari Telkomsel pada kuartal ini. Pesanan tersebut akan membantu perseroan untuk merealisasikan order penyewaan sebanyak 1.000 BTS tahun ini.
Tak hanya itu, Manajemen MTEL menyebutkan, Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) telah menandatangani MoU dengan Telkom Group untuk memungkinkan operator tersebut mengakses menara telekomunikasi, khususnya wilayah barat Indonesia.
“Manajemen meyakini kesepakatan ini akan mempercepat permintaan penyewaan menara telekomunikasi dari IOH. Selain itu, perseroan memiliki potensi penawaran power as a service (PaaS) lebih besar kepada Indosat tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Operator Telko Gencar Ekspansi Luar Jawa, Saham Mitratel (MTEL) Top Picks
Sementara itu, Mitratel bersama dengan Smartfren telah melakukan kajian dan perencanaan untuk mengidentifikasi hingga 2.000 menara telekomunikasi potensial untuk disewa. Kerja sama ini ditargetkan meningkatkan pesanan penyewaan menara perseroan. Mitratel mengungkapkan bahwa sebanyak 12% pendapatan penyewaan menara disumbangkan XL Axiata dan Smartfren.
Sedangkan pengembangan di luar bisnis menara telko, Mandiri Sekuritas menyebutkan, Mitratel tengah melakukan penelitian dan pengembangan terkait peluang bisnis radio access network (RAN) antar operator telekomunikasi seperti yang telah diterapkan Malaysia dan China.
Pertumbuhan Perseroan, terang Mandiri Sekuritas, bakal didukung peningkatan kontribusi pendapatan bisnis fiber to the power (FTTT) dengan target mencapai 10% dalam dua tahun ke depan.
Lebih Kuat
Pandangan positif terhadap saham MTEL juga diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dengan mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 960. Target tersebut mempertimbangkan outlook pertumbuhan kinerja keuangan perseroan akan lebih kuat, dibandingkan emiten sejenis.
“Pertumbuhan juga didukung posisi unggul perseroan yang memiliki banyak menara telekomunikasi di luar pulau Jawa, apalagi saat ini operator gencar ekspansi ke luar pulau,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Tuntaskan Pengalihan Bisnis Data Center Bernilai US$ 219 Juta
Target harga tersebut juga mempertimbangkan saham emiten menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara (MTEL) ini masih tergolong atraktif dengan merefleksikan EV/EBITDA sebanyak 9 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan posisi kuat perseroan yang kuat untuk kembali melancarkan akuisisi aset.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,19 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,01 triliun. Pendapatan juga diprediksi naik dari Rp 8,59 triliun menjadi Rp 9,27 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan MTEL

