Laba Mitratel (MTEL) Kembali Bertumbuh Dua Digit, Berikut Target Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil membukukan lompatan laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun untuk Januari – September 2023. Raihan tersebut setara dengan pertumbuhan sebanyak 16,6%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sedangkan berdasarkan riset Mandiri Sekuritas bahwa realisasi Mitratel hingga kuartal III-2023 sudah sesuai estimasi. Pencapaian laba bersih setara dengan 71,3% dari perkiraan dan pendapatan setara dengan 72,8% dari estimasi.
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Lanjut Bertumbuh hingga September, Segini Besarannya
Penopang capaian kinerja keuangan Mitratel yang solid didukung peningkatan pendapatan sebanyak 11,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,27 triliun hingga September 2023. Adapun segmen usaha tower leasing masih mendominasi pendapatan dengan kontribusi sebanyak 83% dari total pendapatan.
Pendapatan dari portofolio penyewaan menara Mitratel tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp 5,22 triliun yang didorong oleh akuisisi menara, pertambahan menara secara organik serta kolokasi dan tenant.
Dari sisi beban, total biaya operasional Mitratel mencapai Rp 1,22 triliun hingga akhir September 2023. Pos ini mengalami pertumbuhan minimalis 1,2% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu beban depresiasi dan amortisasi yang paling besar tumbuh 7,3% yoy.
Baca Juga
Pertumbuhan beban yang lebih rendah dari pendapatan membuat laba operasional perusahaan menara terbesar di ASEAN tersebut masih dapat tumbuh 18,7% yoy menjadi Rp 2,66 triliun.
Mitratel (MTEL) juga mencatatkan Earnings Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) Mitratel naik 14,8% yoy menjadi Rp 5,05 triliun sehingga membuat marjin EBITDA perseroan menjadi 80,6% atau naik 2,1 poin persentase secara tahunan.
Dari sisi arus kas, cash flow dari aktivitas operasi Mitratel tercatat positif sebesar Rp 3,35 triliun. Arus kas dari aktivitas investasi minus Rp 3,70 triliun akibat realisasi belanja modal. Arus kas dari aktivitas pendanaan minus Rp 3,90 triliun, karena kebutuhan untuk refinancing serta pembayaran pinjaman yang lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Total utang Mitratel pada saat yang sama tercatat Rp 15,66 triliun. Namun setelah dikurangi kas dan setara kas menjadi Rp 13,22 triliun. Dengan posisi tersebut, rasio utang terhadap ekuitas (DER) Mitratel mencapai 46,8% sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 1,9x.
Baca Juga
Saat Sahamnya Melambung , Petrindo Jaya (CUAN) Siapkan Akuisisi Perusahaan Ini
Terkait performa keuangan sesuai dengan estimasi tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL dengan target harga Rp 1.000 per saham. Target tersebut juga merefleksikan pertumbuhan tenan yang solid dan pendapatan dari penyewaan menara di luar PT Telkomsel terus bertumbuh.
“Kami memperkirakan tren pertumbuhan Mitratel akan terus berlanjut. Apalagi dengan perkiraan Indosat telah menyatakan minat untuk menambah penyewaan menara telekomunikasi perseroan, sehingga pendapatan dari Indosat diharapkan kembali meningkat,” tulis analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Kresna Hutabarat.

