Konsensus Analis Rekomendasikan Beli Saham BNI (BBNI) Jelang Stocksplit, Berikut Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI lanjutkan pengutan setelah digulirkan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2 pada 11 Agustus 2023.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBNI melesat dari level Rp 9.100 pada penutupan 11 Agustus 2022 menjadi Rp 9.500 pada penutupan sesi I, Selasa (5/9/2023).
Baca Juga
Sempat Sentuh 7.014, IHSG Sesi I Berbalik Turun Tipis, GTBO Tercuan
Sedangkan hingga penutupan sesi I hari ini, saham BBNI menguat Rp 50 (0,53%) menjadi Rp 9.500. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 9.450-9.550. Hanya BBNI satu-satunya saham kapitalisasi pasar besar yang berhasil menguat.
Lalu, bagaiman target harga saham BBNI? Berdasarkan konsensus Bloomberg terungkap bahwa semua atau sebanyak 12 sekuritas mempertahankan rekomendasi buy atas saham BBNI dengan target harga bervariasi mulai dari level Rp 10.650-12.400 per saham.
Target harga tertinggi datang dari Macquarie Sekuritas dengan target saham BBNI Rp 12.400 dan rekomendasi outperform. Verdhanai Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 12.200. NH Korindo Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 12.000.
Rekomendasi saham BBNI dengan target harga Rp 11.500 juga datang dari Mandiri Sekuritas. Ciptadana Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 11.300, UOB Kay Hian Sekuritas dan Trimegah Sekuritas merekomendasikan beli BBNI dengan target harga Rp 11.200.
Baca Juga
Jokowi: Kesatuan dan Sentralisasi ASEAN Dibutuhkan Hadapi Tantangan Dunia
Sisanya JP Morgan merekomendasikan overweight saham BBNI dengan target harga Rp 11.000, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 10.950, BCA Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 10,650, dan MNC Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 10.200.
Sebelumnya, manajemen BNI menjelaskan bahwa stock split akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 19 September 2023. Perseroan sudah menerima persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Juli 2023.
“Perseroan telah menyampaikan permohonan persetujuan prinsip atas rencana pelaksanaan pemecahan nominal saham (stock split) atas saham perseroan kepada Bursa Efek Indonesia. Atas permohonan tersebut, perseroan telah menerima persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia,” terang manajemen BNI dalam keterbukaan informasi.
Manajemen BBNI mengungkapkan, tujuan utama perseroan dalam melaksanakan stock split untuk meningkatkan demand atas saham perseroan dengan memperluas basis investor.
Baca Juga
Stock split akan menyebabkan harga saham perseroan menjadi terjangkau bagi investor perorangan (ritel). Dengan demikian akan meningkatkan jumlah investor yang dapat melakukan transaksi atas saham perseroan.
Sebagai informasi per akhir Juni 2023, komposisi pemegang saham perseroan adalah 60,0% Pemerintah Negara Republik Indonesia, 26,1% investor institusi asing, 9,1% investor institusi domestik, dan 4,8% investor ritel.

