IHSG Bergerak ke Titik Support, Cek Rekomendasi Saham KAEF, RAJA, BDMN hingga ITMG
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak melemah untuk menguji titik support di area 7.275 – 7.300 pada Kamis (28/3/2024).
Sebelumnya, Rabu kemarin IHSG ditutup melemah 0,75% ke level 7.310. Seiring prediksi IHSG, Tim Riset Phintraco Sekuritas merekomendasikan 7 saham sebagia menu trading hari ini, yaitu:
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KAEF), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Baca Juga
Wall Street Rebound: Dow Jones Melesat di atas 450 Poin, S&P 500 Catat Rekor Tertinggi Baru
“Secara teknikal, IHSG menembus support dinamis MA5. Indikator MACD menunjukkan adanya pelebaran negative slope, sementara terdapat death cross pada Stochastic RSI. Dengan demikian, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya di area 7275 - 7300 pada Kamis (28/3/2024),” ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas.
Saat ini pelaku pasar sedang menanti rilis data GDP Growth Rate kuartalan (QoQ) final untuk kuartal IV-2023 di AS pada Kamis (28/3) yang diperkirakan berada di level 3,2% dari yang sebelumnya sebesar 4,9% di kuartal III-2023.
Meskipun laju pertumbuhan cenderung melambat, proyeksi final tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata jangka panjang GDP Growth Rate QoQ di 3,19%. Kontribusi dari laju pertumbuhan kuartal IV-2023 berasal dari peningkatan belanja konsumen, ekspor, serta belanja pemerintah negara bagian.
Baca Juga
MAMI: Kondisi Ekonomi Makro Bisa Usik Tren Pertumbuhan Reksa Dana
Sementara di Inggris juga terdapat rilis data GDP Growth Rate QoQ Final kuartal IV-2023 yang diperkirakan akan kontraksi ke level -0,3% dari laju pertumbuhan -0,1% di kuartal III-2023. Hal tersebut menjadi penurunan GDP secara kuartalan kedua secara berturut-turut.
Adapun penurunan tersebut seiring dengan penurunan output secara luas di bidang jasa dan manufaktur. Dari sisi pengeluaran juga terjadi penurunan pada level ekspor-impor, belanja rumah tangga, dan konsumsi pemerintah. Secara keseluruhan di tahun 2023, GDP Growth Inggris naik tipis ke level 0,1%.
Dari sisi regional, terdapat sejumlah rilis data dari Jepang pada Kamis (28/3). Retail Sales YoY di Februari 2024 diperkirakan akan meningkat menjadi 2.8% dari yang sebelumnya 2,3% di Januari 2024.
Optimisme peningkatan ini menjadi peningkatan Retail Sales selama 23 bulan berturut-turut seiring dengan konsumsi Jepang yang kian pulih. Hal tersebut sejalan dengan ekspektasi Industrial Production MoM di Februari 2024 yang diperkirakan akan tumbuh 1,2% dari yang sebelumnya mengalami kontraksi tajam -6,7% di Januari 2024.
